Ajak Dai dan Penyuluh Perangi Hoaks, Dirpenais Ungkap Sejumlah Langkah

Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kementerian Agama (Kemenag), Syamsul Bahri mengajak dai, mubalig, dan Penyuluh Agama Islam (PAI) untuk bersama-sama memerangi berita bohong (hoaks). Syamsul berpendapat, hoaks berpeluang merusak ketahanan dan moral bangsa.

"Penyuluh, dai dan para mubalig harus memiliki antisipasi, waspada dan hati-hati terhadap hoaks. Kita harus mengedepankan klarifikasi atau tabayun saat menerima informasi. Kalau tidak hati-hati dan selektif, mungkin saja kita akan terjebak," ungkap Syamsul saat ditemui di Kantor Kemenag Pusat, Jl. MH. Thamrin nomor 6, Jakarta Pusat, Kamis (10/6/21).

Syamsul menambahkan, semangat untuk memerangi berita hoaks harus dimulai dari dalam diri. Semangat dalam diri itulah yang melahirkan keinginan kuat untuk terus meningkatkan pengetahuan.

"Langkah konkretnya, dai, mubalig, penyuluh harus memahami teknologi hingga mampu mengimbangi dan meluruskan berita hoaks," tambah mantan Kepala Kanwil Kemenag Jatim ini.

Selain kemampuan menggunakan teknologi informasi, Syamsul juga menyebut peningkatan kapasitas keilmuan para dai dan penyuluh sebagai kunci dalam memerangi beragam berita bohong.

"Tidak sekadar penguasaan teknologi informasi, tetapi juga pendalaman keilmuan keislaman dan keilmuan terkait lainnya. Pahamilah suatu persoalan secara menyeluruh dari asbabun nuzul, asbabul wurud, dan pendapat ulama terkait perbedaan fikih karena semua pendapat ulama pasti memliki argumentasi. Ini yang harus kita kuasai," pungkasnya.

(Pirman)
الوسوم المتعلقة:
#KUA#PenyuluhAgama#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua