Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pengkajian Kebijakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Muhammad Sabri menyebut, penceramah agama memiliki peran sentral di masyarakat. Dia meyakini, cita-cita terbesar suatu negara bisa terwujud dengan andil dari pendakwah di seluruh Indonesia.
Pandangan tersebut disampaikan Sabri saat menjadi narasumber pada acara Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Penceramah Agama Islam Tingkat Pusat di Jakarta, Minggu (26/6/2022).
“Cita-cita terbesar suatu negara adalah kebahagiaan. Seperti Filsuf Yunani Antik Epicurus yang mengandaikan bahwa kebahagiaan adalah satu-satunya tujuan hidup,” ujarnya.
Cita-cita tersebut menurutnya tertuang dalam pembukaan UUD 1945 pada alinea kedua yaitu, perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia.
Kemudian pada alinea ketiga, lanjutnya, atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya kehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.
“Hal itu hanya bisa diraih dengan memancangkan visi negara-bangsa yakni merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur sebagai cita-cita, moral, dan etika pancasila,” paparnya.
Dikatakannya, visi tersebut bisa diserukan oleh penceramah agama kepada jemaahnya. “Keberadaan pendakwah sangat berpengaruh di tengah masyarakat. Maka dia harus mampu memberikan pemahaman tentang wawasan teologis bernegara,” imbuhnya.
Karenanya, Sabri mengajak kepada para pendakwah untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita negara Indonesia.
“Di sinilah peran penting para pendakwah untuk menyampaikan dakwah-dakwah yang menyejukkan, yang mengajak pada persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Kalau semua bersatu maka tidak mustahil cita-cita negara ini akan terwujud,” pungkasnya.
(Anty)
المساهمون وجهة العمل
انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.







