BWI Tegaskan Pengelolaan Wakaf Harus Berkembang dan Produktif

Jakarta, Bimas Islam -- Komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI) Hendri Tanjung menegaskan pengelolaan wakaf harus berkembang dan produktif. Ia mencontohkan, wakaf sumur Utsman bin Affan yang kini berkembang menjadi hotel megah di Kota Madinah.

"Karena menurut perintah hadis, wakaf itu ditahan pokoknya dan disedekahkan hasilnya. Artinya, ini perintah bahwa aset wakaf memang harus produktif," ujar Hendri dalam acara Kelas Literasi Zakat dan Wakaf melalui channel Youtube Literasi Zakat Wakaf, Jumat (2/12/2022).

Hendri mengungkapkan, saat ini terdapat banyak aset wakaf yang berkembang di Indonesia. Tidak hanya sebatas masjid dan pesantren, melainkan juga telah merambah ke sektor investasi berupa cash waqf linked sukuk (CWLS).

"Kalau kita lihat dalam konteks pengembangan ekonomi, maka potensi wakaf ini sangat luar biasa. Perekonomian itu akan berkembang dengan sokongan dari pengembangan aset wakaf," imbuhnya.

Hendri menambahkan, perkembangnya ekonomi dari pengembangan wakaf yang produktif terjadi dengan alamiah. Hal ini, menurutnya, karena pengelolaan aset wakaf tidak dilakukan dengan cara riba.

"Dari hasil wakaf ini dapat meningkatkan daya beli dari mauquf 'alaih, kemudian berdampak pada peningkatan ekonomi makro," tutupnya.

(Boy)
الوسوم المتعلقة:
#Zakat#Wakaf#InfoMasjid#Pesantren#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua