Cerita Kasubdit MTQ dan Al-Hadits Jadi Penghafal Al-Qur'an Wasilah Orang Tua

Jakarta, Bimas Islam --- Kepala Subdit Lembaga MTQ dan Al-Hadits Direktorat Penerangan Agama Islam, Rijal Ahmad Rangkuty mengungkapkan, faktor utama agar anak menjadi penghafal Al-Qur’an adalah lingkungan terdekat seperti keluarga.

“Menurut saya pendidikan dari orang tua memegang peranan penting membentuk seseorang akan seperti apa di masa depannya, termasuk menjadi penghafal Al-Qur’an,” ujar Rijal saat menjadi narasumber Inside Ramadan Spesial Bimas Islam yang tayang di JakTV pada Senin (18/4).

Ia mengisahkan bahwa kedua orang tuanya adalah guru agama, sejak kecil ia sudah dilatih untuk mengutamakan belajar Al-Qur’an terlebih dahulu, kemudian penanaman nilai-nilai agama.

Setelah itu baru diperbolehkan masuk ke sekolah dasar. Hal itu menurutnya menjadi modal yang kuat untuk belajar di sekolah.

“Ketika tamat SD saya mulai menghafal Al-Quran, alhamdulillah dua tahun enam bulan saya sudah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 Juz di usia kurang lebih 14 tahun, ini adalah anugerah dari Allah,” kisahnya.

Menurutnya, menghafal Al-Qur’an adalah anugerah sekaligus hidayah dari Allah SWT yang harus disyukuri. Sebab menurutnya, hafiz-hafizah adalah orang-orang yang dipilih oleh-Nya sebagai penjaga ayat-ayat suci Al-Qur’an.

“Orang yang menghafal Al-Qur’an adalah anugerah sekaligus hidayah dari Allah SWT, artinya kita harus bersyukur mereka adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah SWT untuk menjaga ayat-ayat Al-Qur’an” pungkasnya.

(Anty)
الوسوم المتعلقة:
#KUA#Ramadan#MTQ#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua