Dialog Tokoh/Pimpinan Ormas Islam, Kemenag Sampaikan Pentingnya Menjaga Negara

Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin hadir sebagai narasumber pada Dialog Tokoh/Pimpinan Ormas Islam Tingkat Pusat di Jakarta, Senin (5/12/22) malam. Hadir dalam dialog tersebut 40 pimpinan/tokoh Ormas Islam tingkat Pusat.

"Indonesia merupakan negara bangsa yang sangat majemuk, plural, sekaligus religius. Kemajemukan dan religiositas ini harus kita jaga dan rawat bersama agar bisa menjalankan agama dengan baik di negara yang kita cintai," ajak Dirjen.

Menjaga negara, sambung Dirjen, merupakan kewajiban. Ia menjelaskan argumentasinya berdasarkan kaidah fikih Ma Laa Yatimmul Wajib Illa Bihii Fa Huwa Wajib (Perkara yang menjadi penyempurna bagi perkara wajib maka hukumnya wajib).

"Kita tidak bisa menjalankan berbagai ajaran agama jika negara kita tidak kondusif. Alhasil, menjaga negara tetap kondusif menjadi keharusan agar kita bisa menjalankan berbagai ajaran agama dengan nyaman dan tenteram di negara yang kita tempati," terangnya.

Masyarakat Indonesia, imbuh Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini, juga dikenal sebagai komunitas yang religius. Dalam hal ini, Pemerintah juga telah menerbitkan berbagai kebijakan guna memfasilitasi masyarakat dalam menjalankan agama.

"Masyarakat Indonesia sangat religius. Indonesia bukan negara agama tetapi negara yang beragama. Agama memainkan peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tutup Dirjen dalam acara yang dihadiri Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Ahmad Zayadi.

(Pirman)
الوسوم المتعلقة:
#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua