Dir Penais Ingatkan Penyuluh Agama Islam Jaga Netralitas di Tahun Politik

Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Penerangan Agama Islam (Dir Penais) Ahmad Zayadi mengingatkan para Penyuluh Agama Islam (PAI) menjaga netralitas di tahun politik. Pesan tersebut ia sampaikan saat menutup Rapat Koordinasi Nasional Penerangan Agama Islam di Jakarta, Rabu (15/2/2023). 
 
"Penyuluh adalah aparatur negara. Karena menjadi aparatur negara, maka penyuluh harus netral (terkait politik) dan juga menjaga netralitas dalam bekerja," pesan Zayadi.
 
Ia menjelaskan, salah satu contoh sederhana dari 'Politik Identitas' adalah menggunakan agama sebagai alat politik. Hal itu, menurutnya, tidak diperkenankan.
 
"Tentu kami harus mengingatkan untuk tidak menjadikan masjid dan rumah ibadah lainnya sebagai tempat kegiatan politik praktis," ungkap Zayadi.
 
Politik Identitas menjadi perhatian di tahun 2023, karena menurutnya, eskalasi politik sudah semakin meninggi dan akan memanas di tahun 2024. 
 
"Dalam waktu dekat kita akan menyampaikan edaran bagaimana (seharusnya) kita menghadapi suasana politik yang semakin naik tensinya," pungkas Zayadi. 
 
Dalam kesempatan itu, Ahmad Zayadi didampingi Kasubdit PAI Amirullah, Kasubdit Kemitraan Umat Islam Ali Sibromalisi, dan Kasubdit Dakwah dan Hari Besar Islam Lubenah. Rakornas Penais diikuti pejabat di bidang Penerangan Agama Islam Kanwil Kemenag seluruh Indonesia.
الوسوم المتعلقة:
#39#InfoMasjid#PenyuluhAgama#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Inisial FN · Tim Peliput
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua