Dir Penais: Organisasi Profesi Penyuluh Agama Mesti Wujudkan Learning Organization

Jakarta, Bimas Islam -- Tantangan dalam perubahan selalu ada, dan upaya yang diperlukan adalah bahu-membahu serta menggelorakan semangat Jam’iyyah (kebersamaan). Karenanya, Organisasi Profesi Penyuluh Agama diharapkan bisa mengambil peran untuk mewujudkan Learning Organization bagi para anggotanya.
 
Hal itu diungkapkan Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi saat memberi sambutan dan arahan pada kegiatan Pembentukan dan Pelantikan Pengurus Organisasi Profesi Penyuluh Agama di Jakarta, Rabu (24/5/2023).
 
“Di hadapan kita ada sejumlah tantangan yang harus kita dekati, bukan dihindari. Karena setiap tantangan yang kita hadapi sejatinya terdapat peluang. Kalau kita menghadapi tantangan itu dengan semangat Jam’iyyah, maka, seberat apa pun tantangan yang kita hadapi akan terasa ringan untuk dikerjakan. Maka, kita mendorong Organisasi Profesi Penyuluh Agama ini untuk bisa mengambil peran mewujudkan Learning Organization bagi para anggotanya,” ulasnya.
 
Lebih lanjut diterangkan Ahmad Zayadi, untuk mewujudkan Learning Organization tersebut, Organisasi Profesi Penyuluh Agama perlu melakukan Learning how to Know, Learning how to do, Learning how to be, dan Learning how to life together.
 
“Melalui Organisasi Profesi Penyuluh Agama ini, kita bisa melakukan Learning how to know, bagaimana kita belajar tentang apa yang sedang terjadi, lalu Learning how to do, bagaimana kemudian kita mengerjakannya, lalu Learning how to be, bagaimana kita bisa mengaktualisasikan dari perubahan-perubahan itu, dan yang terakhir Learning how to life together, bagaimana kita mempraktikkannya secara bersama,” tandasnya.
 
Ahmad Zayadi menambahkan, agar tugas kepenyuluhan berjalan baik, dibutuhkan tiga aspek, yaitu visi, misi, dan aksi.
 
“Kalau kita hanya punya visi dan misi, sementara kita tidak memiliki aksi, artinya kita sedang bermimpi. Kemudian, kalau kita punya misi dan aksi tapi tidak dibimbing oleh visi yang tegas, maka kita akan sampai pada tempat yang keliru. Dan kalau kita hanya punya aksi dan visi tapi tidak dibarengi dengan misi yang jelas, maka kita akan serba tanggung. Tiga aspek inilah yang akan menentukan proses penyuluhan berjalan dengan baik,” ungkapnya.
 
Terakhir, Ahmad Zayadi mengapresiasi kinerja seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan Pembentukan dan Pelantikan Pengurus Organisasi Profesi Penyuluh Agama.
 
“Kami sangat mengapresiasi sekaligus menghaturkan terima kasih atas inisiasi yang strategis ini, dalam membentuk dan mengukuhkan Organisasi Profesi Penyuluh Agama. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu jariyah kebijakan yang kita goreskan, yang tidak hanya untuk kepentingan penyuluh hari ini, tetapi untuk kepentingan penyuluh agama di masa-masa mendatang,” tutupnya.
الوسوم المتعلقة:
#PenyuluhAgama#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Inisial WCP · Tim Peliput
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua