Dirjen: Agen Resolusi Konflik Harus Mampu Membaca Literatur dan Realitas

Bogor, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin mengatakan, sebanyak 50 Penyuluh Agama Islam (PAI) yang lolos Seleksi Penyuluh Agen Resolusi Konflik (SPARK) dari 1.218 pendaftar se-Indonesia adalah orang-orang terplih.

“Sebagai Agen Resolusi Konflik yang dipilih melalui seleksi ketat, penyuluh harus mampu membaca literatur dan realitas,” kata Dirjen dalam sambutannya pada Pembekalan Resolusi Konflik di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Rabu (23/3).

Dirjen mengungkapkan, penyuluh harus melakukan akumulasi intelektual dengan banyak belajar, membaca buku, literatur, dan memahami isu-isu aktual terkait dengan tugasnya di lapangan.

“Penyuluh sebagai ujung tombak Kemenag harus pintar dan update, karena menjadi rujukan masyarakat yang bertanya,” ujar Dirjen.

Selain itu, Dirjen berharap, PAI mampu membaca realitas dan dinamika sosial keagamaan yang berkembang di masyarakat.

“Penyuluh dalam bertugas tidak hanya pintar secara akademik, namun memiliki empiris dalam memahami dan memberikan respons yang terjadi di masyarakat,” pungkasnya.

(Tommy)
الوسوم المتعلقة:
#PenyuluhAgama#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua