Jakarta, bimasislam --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Muhammadiyah Amin mendukung penuh upaya Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah dalam meningkatkan mutu layanan melalui Sistem Informasi Berbasis Web kepada masyarakat.
Bentuk dukungan tersebut disampaikan Amin di hadapan 50 peserta Bimtek Sistem Informasi KUA Berbasis Web yang diselenggarakan Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, di Hotel Millenium Jakarta, Kamis (22/03).
Langkah tersebut menurut Amin, dinilai tepat karena selain merupakan kewajiban Ditjen Bimas Islam juga telah menjadi indikator penting dalam percepatan peningkatan layanan terhadap masyarakat.
“Di era reformasi birokrasi saat ini, segala hal yang berkenaan dengan pelayanan tidak lagi bisa dijalankan dengan metode yang biasa, karenanya penguatan Bimbingan Teknis melalui Sistem Informasi KUA berbasis Web ini selazimnya telah menjadi bagian dari kehadiran kita melakukan percepatan peningkatan layanan publik”, ungkap Amin.
Meski demikian, di tengah optimisme yang terus dibangun di lingkungan Ditjen Bimas Islam khususnya dalam meningkatkan kualitas layanan tersebut, perhatian Guru Besar di Bidang Ilmu Hadis UIN Makassar ini tetap tidak terlepas pada problem klasik organisasi, yaitu adanya celah pada nilai kesadaran dan tanggung jawab yang dimiliki individu aparatur dalam menuntaskan program-program inovasi.
Melanjutkan arahannya, mantan Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo itu, turut menyitir angka positif 66% berkenaan dengan Indeks Kepuasan Masyarakat yang dilakukan Ombudsman terhadap KUA.
Merujuk penilaian itu, ia merasa perlu untuk kembali meneguhkan sikap optimis, terutama yang didasari sikap awareness terhadap kontrol publik, maupun aspek pembudayaan tentang pentingnya jiwa kompetisi yang ada di lingkungan organisasi.
“Dua tahun belakangan ini kita boleh saja bersyukur atas hasil positif IKM dari Ombudsman, namun kita tidak bisa berhenti di situ, karena tahun ini pemerintah melalui Kemenpan/RB sedang mengadakan Kompetisi Layanan Publik secara Nasional dan bahkan memberikan penghargaan kepada instansi pemerintah yang memiliki program inovasi terbaik, dan saya berharap dalam beberapa layanan Sistem Informasi Berbasis Web di lingkungan Ditjen Bimas Islam ini dapat turut pula berkontribusi”, pungkas Amin.
Masuk dalam beberapa pokok bahasan pada Bimtek tiga hari ini (21-23/03), diantaranya Kebijakaan Pengelolaan Jaringan dan Data Informasi Keagamaan, Revitalisasi Sistem Pengelolaan Data Bimas Islam, Implementasi E-Monitoring, Pemanfaatan Aplikasi SIMKAH berbasis Web, hingga Mapping Data Jaringan daerah 3 T.
Hadir sebagai peserta Bimtek Sistem Informasi Berbasis Web ini antara lain, Kasi Sistem Informasi dan Kasi Pemberdayaan KUA di lingkungan Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kanwil Kemenag seluruh Indonesia, dan pelaksana di lingkungan Ditjen Bimas Islam Pusat.
Penulis: Syafaat
Editor: Syafaat
Foto: Bimas Islam
Dirjen Bimas Islam: Sistem Informasi KUA berbasis Web, Indikator Kuat Percepatan Peningkatan Layanan
Baca Selanjutnya
Lihat semuaAda RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kemenag menyiapkan Ruang Inklusif dan Setara (RISE) dan pengembangan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN) untuk mempermudah akses penyandang disabilitas, khususnya teman tuli, terhadap pemahaman ajaran Islam.
Literasi Halal Kosmetik dan Peralatan Rumah Tangga Masih Rendah, Kemenag: Perlu Edukasi Masif
Survei Katadata Insight Center (KIC) tahun 2026 mencatat hanya 51,5 persen responden mengetahui kosmetik wajib bersertifikat halal. Sementara itu, pada kategori peralatan rumah tangga, angkanya hanya 14,5 persen.
Menyiapkan Bekal dan Mental sebelum Akad Pernikahan
Menyiapkan Bekal dan Mental sebelum Akad Pernikahan. Tanggal akad sudah disepakati. Gedung mulai dicari, warna busana diperdebatkan, daftar tamu bertambah setiap hari.






