Dirjen Optimis Nazir dan Amil jadi Profesi Bergengsi

Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin optimis, nazir dan amil dapat menjadi sebuah profesi yang bergengsi.

“Ke depan kita akan usahakan nazir dan amil menjadi profesi yang bergengsi, berkelas yang diminati masyarakat,” kata Kamaruddin di Gedung Kemenag, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/2021).

Kamaruddin menambahkan, selama ini pengelolaan zakat dan wakaf belum dikelola secara maksimal. Salah satunya karena kurangnya kompetensi amil dan nazir.

“Kalau sekarang seakan-akan bukan profesi, seperti sambilan saja, sehingga pengelolaannya tidak profesional,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Agama bersama Kementerian Tenaga Kerja telah mengeluarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Zakat dan Wakaf. SKKNI ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan (KMK) Nomor 30 Tahun 2021 Bidang Zakat dan Nomor 47 Tahun 2021 Bidang Wakaf. Kedua SKKNI tersebut berlaku selama 5 tahun sejak disahkan.

“Adanya SKKNI ini, ada pengakuan dari pemerintah tentang profesi amil dan nazir,” tutup Kamaruddin.

(Fadly)
الوسوم المتعلقة:
#Zakat#Wakaf#KUA#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua