Dirjen: Zakat dan Wakaf Konsep Islam untuk Sejahterakan Masyarakat

Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin menyatakan, zakat dan wakaf adalah ajaran fundamental dalam Islam sebagai instrumen strategis yang berkontribusi dalam menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Zakat dan wakaf adalah instrumen dalam Islam yang memiliki dampak sosial untuk mensejahterakan masyarakat,” katanya saat mengisi Webinar Nasional Festival Literasi Zakat Wakaf 2021, Selasa (07/09).

Dirjen menjelaskan, zakat sebagai ibadah mahda sama dengan syahadat, salat, puasa, dan haji, memiliki makna yang berbeda dalam menjalankannya. Syahadat, salat, puasa, dan haji merupakan rukun pribadi atau kesalehan personal untuk yang menjalankannya.

“Kalau zakat masuk ke kategori rukun sosial, karena siapa yang menunaikan zakat, manfaatnya dirasakan oleh masyarakat umum,” ujarnya.

Untuk wakaf, lanjut Dirjen, dalam sejarah perkembangan Islam dari zaman sahabat Nabi sampai saat ini, wakaf berfungsi sebagai instrumen dalam menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Oleh karena itu wakaf sering disebut sebagai Level Up untuk tingkat kesalehan sosial,” tuturnya.

Webinar nasional bertajuk “Kiprah Lembaga Zakat dan Wakaf Selama Pandemi” menandakan dimulainya rangkaian Festival Literasi Zakat Wakaf 2021 dengan pembicara Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Noor Ahmad dan Sekretaris Badan Wakaf Indonesia (BWI), Sarmidi Husna.

(Tommy)
الوسوم المتعلقة:
#Zakat#Wakaf#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua