Dirzawa: Akreditasi Syariah Penting untuk Atur Lembaga Zakat Sesuai Undang-undang

Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa), Tarmizi Tohor mengatakan, salah satu penentu kemajuan perkembangan zakat adalah melakukan pengawasan terhadap lembaga pengelola zakat. Hal ini bisa dilakukan melalui akreditasi syariah.

“Lembaga pengelola zakat perlu diperkuat dengan pengawasan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam Undang-undang Zakat 23 Tahun 2011 pasal 18 yaitu bersedia diaudit syariah,” kata Tarmizi saat sambutan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Akreditasi Lembaga Zakat melalui aplikasi Zoom, Senin (21/3).

Tarmizi menjelaskan, lembaga pengelola zakat harus patuh terhadap syariah dan undang-undang yang berlaku. Hal ini untuk menciptakan lembaga zakat yang sesuai dengan aturan perundang-undangan dan ajaran agama.

“Lembaga zakat yang taat syariah dan undang-undang membuat masyarakat semakin yakin,” ujarnya.

Tarmizi berharap, lembaga pengelola zakat ke depannya membuat laporan rutin per 3 bulan sekali. Sehingga seluruh aktivitas penghimpunan, penyaluran, dan pendistribusian terdata rapi.

“Saya akan mengajak pemangku jabatan di Ditzawa untuk menyosialisasikan laporan per 3 bulan kepada seluruh lembaga zakat terdaftar,” pungkasnya.

(Tommy)
الوسوم المتعلقة:
#Zakat#Wakaf#KUA#BinaSyariah#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua