Hari Disabilitas Internasional, Sesditjen Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Terhadap Kaum Difabel

Jakarta, Bimas Islam --- Dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional, Sekretaris Ditjen Bimas Islam mengajak masyarakat untuk mengembangkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap kaum difabel. Kepedulian pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk melindungi martabat, membela hak-hak, serta memperjuangkan kesejahteraan mereka.

"Sejalan dengan pesan resolusi PBB ketika mencanangkan Hari Difabel Sedunia, pemerintah dan semua elemen masyarakat perlu meningkatkan keberpihakan terhadap kaum difabel," papar Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam, Jumat (3/12/2021).

Fuad mengatakan, kaum difabel, baik karena bawaan lahir atau karena mengalami musibah, tidak menuntut belas kasihan, namun yang mereka butuhkan adalah pengertian dan dihargai sebagai manusia dengan segala kelebihan dan keterbatasannya.

"Ajaran agama dan nilai-nilai kemanusiaan tidak mentolerir perilaku memandang rendah apalagi mengucilkan difabel. Tetapi dalam kenyataan sehari-hari, seperti di dunia kerja, masih banyak perusahaan yang diskriminatif dan meremehkan kemampuan kerja difabel," tegas Fuad.

Fuad menyampaikan, sebagian lingkungan masyarakat masih menganggap anak yang terlahir sebagai difabel dianggap sebagai takdir yang memalukan. Padahal menurutnya, dari sudut pandang keimanan, Tuhan Maha Mengetahui dan manusia takkan mampu menyingkap rahasia Ilahi.

"Setiap muslim perlu memahami esensi ajaran Islam yang tidak membedakan antara satu manusia dengan manusia lainnya. Sebuah kesalahan kolektif dan dosa terhadap difabel sekiranya mereka mengalami penderitaan ganda akibat tidak mendapat jaminan, perlindungan, dan pemberdayaan yang semestinya," ujarnya.

Fuad menambahkan, dasar negara Indonesia khususnya sila Ketuhanan Yang Maha Esa, dan Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab telah menggariskan prinsip perlindungan dan penghargaan terhadap derajat, harkat, dan martabat setiap manusia sebagai warga negara tanpa diskriminasi.

"Ketika ditemukan difabel yang menjadi peminta-minta lantaran terpaksa keadaan atau dimanfaatkan oleh orang lain sebagai tameng untuk mengemis, adalah sesuatu yang memilukan dan tidak dapat dibenarkan," imbuhnya.

Fuad turut mengutip ayat Al-Qur'an yang menegaskan, "yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (QS Al-Hujurat [49]: 13) dan sabda Nabi, “Sesungguhnya Allah tidak memandang bentuk tubuh dan hartamu, tetapi memandang hati dan perbuatanmu.” (H.R. Muslim).

(Boy)
الوسوم المتعلقة:
#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua