Hari Oeang Republik Indonesia, Sesditjen Ingatkan Jauhi Perilaku Korupsi

Jakarta, Bimas Islam --- Dalam rangka peringatan Hari Oeang Republik Indonesia yang jatuh pada 30 Oktober, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengingatkan semua pihak untuk menjauhi perilaku korupsi.

Fuad mengatakan, dalam setiap lembar uang kertas rupiah sekarang terdapat kalimat “Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia Mengeluarkan Rupiah Sebagai Alat Pembayaran Yang Sah Dengan Nilai….." Pencantuman kalimat tersebut berasal dari usulan Drs. Achmad Subianto, MBA, mantan Dirut PT. Taspen (Persero) kepada Menkeu dan Gubernur BI. Kalimat itu mengingatkan bangsa Indonesia agar tidak melupakan Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa, dalam semua transaksi (tunai dan nontunai). Uang bukanlah tujuan hidup karena tujuan hidup manusia adalah ibadah kepada Allah dalam pengertian yang luas. Uang yang halal adalah sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup dan berbuat baik kepada sesama manusia.

"Pencantuman kalimat tersebut sebagai pengingat kita semua agar menjauhi perbuatan korupsi, serta segala bentuk transaksi yang tidak halal dan menimbulkan kemudaratan," papar Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam, Minggu (31/10/2021).

Sejarah mata uang rupiah, bermula dari diterbitkannya Keputusan Menteri Keuangan, Sjafruddin Prawiranegara pada 29 Oktober 1946 menetapkan berlakunya ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai alat pembayaran yang sah mulai 30 Oktober 1946 pukul 00.00 menggantikan mata uang Jepang. Sjafruddin Prawiranegara yang meyakinkan Wakil Presiden Mohammad Hatta tentang pentingnya pembuatan uang sendiri. Semula ada kekhawatiran pemerintah bahwa dunia internasional akan menuduh kita sebagai pemalsu uang dan bisa ditangkap oleh pihak Belanda.

"Adalah sangat tepat apabila negara mengeluarkan uang kertas rupiah bergambar pahlawan nasional Mr. Sjafruddin Prawiranegara mengingat peran dan jasa beliau dalam proses lahirnya mata uang Republik Indonesia. Pak Sjaf merupakan juga Gubernur Bank Indonesia (Bank Sentral) yang pertama semenjak Indonesia merdeka." tutup Fuad Nasar yang juga pemerhati sejarah.

(Boy)
الوسوم المتعلقة:
#ProdukHalal#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua