Hikmah Juara KFPI Nasional 2022, Keterbatasan Bukanlah Rintangan

Kendari, Bimas Islam --- Keterbatasan kerap dijadikan alasan sebagian orang untuk menyerah. Padahal, keterbatasan bukanlah rintangan. Keterbatasan yang disikapi dengan kerja keras justru menjadi pemicu lahirnya prestasi.

Demikian ini hikmah yang disampaikan Dedeng, Juara 2 Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI) Tingkat Nasional Tahun 2022. Bukan hal mudah menjadi juara nasional, melalui film Doa yang Tersirat, Dedeng harus menyisihkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

Waktu Terbatas, Sikapi dengan Bergegas

Ditemui di Kendari, Sabtu (20/8/22), Dedeng mengaku baru mengetahui adanya KFPI sepekan sebelum batas akhir pengumpulan film. Berbekal niat, Dedeng bergegas mengumpulkan potensi yang ia miliki.

"Hanya sepekan sebelum batas akhir. Karena sudah niat membuat film, akhirnya langsung menentukan alur cerita melalui diskusi dengan kawan-kawan," kata Guru Kelas 4 SD Negeri Lalowata, Latoma, Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) ini.

Dedeng mengambil peran sebagai penulis naskah dibantu 3 fotografer dan 3 videografer. Meski mendadak, akunya, ia bersyukur karena timnya bekerja dengan solid.

"Di hari akhir pengumpulan naskah, alhamdulilah kami bisa mengirim tepat waktu," katanya.

Tak Ada Artis, Kawan Pun Jadi

Tak hanya waktu, Dedeng mengalami kendala pemeran film. Sosok yang memerankan film berdurasi 9 menit 33 detik ini merupakan yang ketiga.

"Hampir menyerah. Karena dua orang sebelumnya batal bergabung di detik akhir. Alhamdulillah, akhirnya ada yang mau. Pemeran utamanya, Randa, merupakan kawan saya saat dulu bermain musik," ungkapnya.

Alat Terbatas, Tapi Kreativitas Tak Kenal Batas

Dedeng memproduksi film dengan memanfaatkan fasilitas yang ada. Karena itu, ia mengakui adanya beberapa kekurangan dalam karya perdana yang menjadi juara di tingkat nasional ini.

"Kita ambil gambar dan video di malam hari tanpa pencahayaan yang memadai, hanya dengan menggunakan cahaya dari ponsel. Cahaya ponsel diaktifkan, diletakkan di saku pemain, ditambah dengan cahaya ponsel dari tim lain di sekitar pemain," ungkapnya.

Kisah penuh keterbatasan ini menjadi indah ketika Doa yang Tersirat dinobatkan sebagai juara dua nasional dalam kompetisi film religi yang dihelat Direktorat Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag. Bertindak sebagai Ketua Dewan Juri Nasional KFPI, Tokoh Perfilman, Christine Hakim.

(Pirman)
الوسوم المتعلقة:
#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua