HUT ke-76 RI, Sesditjen Ajak Seluruh Komponen Bangsa Bersyukur dan Mawas Diri

Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke- 76 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dengan bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat, dan karunia-Nya yang telah menyertai perjalanan republik selama 76 tahun. Di samping itu perlu sikap mawas diri dalam menghadapi cobaan dari-Nya, salah satunya cobaan besar pandemi Covid-19 sekarang ini. Segala cobaan mengandung hikmah untuk memperkaya pengalaman bernegara dan memupuk ketangguhan dalam kehidupan  bangsa.
 
"Selanjutnya, mari kita merenungkan dan meresapi setiap kata dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang memuat cita-cita perjuangan bangsa dan tujuan bernegara," ujar Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam di Jakarta, Selasa (17/8).
 
Fuad Nasar mengutip dari buku Prof. Mr. H. Muhammad Yamin yaitu Proklamasi dan Konstitusi Republik Indonesia. Riwayat konstitusi negara kita perlu dibaca bahwa Pembukaan UUD 1945 berasal dari Piagam Jakarta yang dirancang dan disepakati oleh sembilan tokoh pendiri negara pada 22 Juni 1945 diketuai oleh Bung Karno atau disebut Panitia Sembilan dari kalangan anggota BPUPKI (Badan Penyiapan Usaha-Usaha  Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Di dalamnya berisikan tentang "garis-garis pemberontakan untuk melawan imperialisme-kapitalisme dan fasisme, serta memuat dasar pembentukan Negara Republik Indonesia."  Ruh NKRI yang berdasarkan Pancasila, lanjut Fuad, terdapat dalam Pembukaan UUD 1945, "minus tujuh kata", disahkan pada 18 Agustus 1945 dalam satu rangkaian kesatuan dengan pengesahan batang tubuh Undang-Undang Dasar, dan kemudian diperingati sebagai Hari Konstitusi. 
 
"Mari kita laksanakan secara konsekuen tujuan bernegara di dalam Pembukaan UUD 1945 yang tidak berubah selamanya dan membedakan Indonesia daripada negara lain, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial." tandas Fuad.
 
"Umat Islam perlu senantiasa memelihara dan mengembangkan wawasan bernegara yang religius, dan wawasan religius yang negarawan, seperti yang dicontohkan oleh para pemimpin dan pejuang umat di masa lampau," imbuhnya.
 
Fuad Nasar mengajak semua warga bangsa yang ditakdirkan hadir untuk mengisi panggung sejarah di hari ini dalam kedudukan dan peran apa pun, sejatinya bertanggung jawab kepada Tuhan, kepada generasi yang telah pergi, dan generasi yang akan datang. Tanggungjawab pada Tuhan dibuktikan dengan mengisi kemerdekaan sebagai sarana untuk bersyukur dan melaksanakan amanat-Nya. Tanggungjawab pada generasi terdahulu dibuktikan dengan menghargai jasa para pahlawan dan tidak menyia-nyiakan perjuangan serta pengorbanan para pendahulu.
 
"Terus tanamkan rasa tanggung jawab pada generasi mendatang, dengan memelihara, dan mewariskan tanah air dan negara ini dalam kondisi yang lebih baik di segala bidang," tambahnya.

"Setiap ASN yang bekerja melayani masyarakat dengan penuh dedikasi dan integritas merupakan wujud nyata upaya mengisi cita-cita kemerdekaan" pungkasnya.

(Boy)
الوسوم المتعلقة:
#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua