HUT ke-76 TNI, Sesditjen: TNI Lahir Dari Perjuangan Rakyat

Jakarta, Bimas Islam --- Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki latar belakang sejarah pembentukan dan nilai-nilai mental kejuangan, mental ruhani dan mental ideologi yang tidak serupa dengan militer di negara lain. TNI yang lahir pada 5 Oktober 1945 terbentuk dari laskar-laskar rakyat, seperti Laskar Hizbullah, Laskar Sabilillah, dan PETA dan eks KNIL  yang ada di masa itu sebagai cikal bakal Tentara Republik Indonesia yang kemudian menjadi TNI. Sehingga dikenal istilah pejuang-prajurit, artinya menjadi pejuang dulu baru kemudian menjadi prajurit.
 
Sepanjang 76 tahun usia TNI dalam lintas generasi, patah tumbuh hilang berganti, telah melahirkan dan menampilkan sekian banyak perwira terbaik yang  membangun kemitraan dengan ulama dan simpul kekuatan umat beragama di tanah air. Saya juga mengapresiasi TNI terus melakukan transformasi dan penguatan profesionalitas dalam kerangka jatidiri TNI yang Pancasilais dan Sapta Margais, papar Sekretaris Ditjen Bimas Islam M. Fuad Nasar kepada tim pemberitaan Bimas Islam, Selasa (5/10/2021).
 
Fuad Nasar lebih lanjut menyatakan, peran dan andil umat Islam serta kekuatan  umat beragama pada umumnya dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia sangat besar. Salah satunya adalah Bapak TNI dan Panglima Besar Jenderal Sudirman (1916-1950) yang dikenang jasanya sebagai pemimpin pendobrak terakhir penjajahan di Indonesia merupakan kader umat yang ditempa di lingkungan ormas Islam, Muhammadiyah.
 
"Semangat religius dan pesan perjuangan Jenderal Sudirman tertanam dalam Sapta Marga TNI, terutama marga ketiga, yakni Kami kesatria Indonesia, yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta membela kejujuran, kebenaran, dan keadilan. Di samping itu, setahu saya mungkin hanya militer Indonesia yang mempunyai buku Pedoman Agama Islam Untuk TNI diterbitkan oleh Pusroh TNI-AD di masa KSAD Jenderal A.H. Nasution dan Kepala Pusrohnya Mayjen TNI Muchlas Rowi," imbuhnya.

Fuad mengatakan, Kementerian Agama dan TNI juga mempunyai hubungan sejarah yang khas. Tercatat, hingga saat ini ada tiga orang perwira tinggi TNI yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama, yakni Alamsjah Ratu Prawiranegara, Tarmizi Taher, dan Fachrul Razi.

"Dalam program kekinian, TNI dan Kemenag terus bersinergi, seperti program TNI Manunggal Membangun Desa, yang dahulu bernama ABRI Masuk Desa," imbuhnya.

Fuad turut mengutip  amanat terakhir Panglima Besar TNI Jenderal Sudirman, yang diabadikan dalam buku 'Kenangan & Renungan 5 Oktober' karya Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution.

"Jika para pemimpin kita tetap teguh dan konsekuen dalam pendiriannya semula, maka insyaallah angkatan perang kebangsaan kita akan berdiri tegak selama-lamanya dengan mampu dan sanggup menjamin keamanan dan keselamatan nusa dan bangsa kita," pungkas Fuad.

(Boy)
الوسوم المتعلقة:
#39#KUA#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua