Jakarta, bimasislam --- Data menjadi hal yang sangat penting bagi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dalam mengambil suatu kebijakan. Oleh sebab itu diperlukan data yang akurat, tepat, komprehensif, dan akuntabel.
Demikian disampaikan Sekretaris Ditjen Bimas Islam Tarmizi Tohor saat menghadiri kegiatan Konsinyering Evaluasi Pengelolaan Data, Sistem Informasi, dan Hubungan Masyarakat Bimbingan Masyarakat Islam Tahun 2018 di Jakarta, Rabu (28/11).
Pada kesempatan ini, Sesditjen menyampaikan empat pesan terkait data kepada para peserta, yaitu pertama, agar aplikasi tidak dikuasai oleh satu orang saja.
Kedua, agar data Ditjen Bimas Islam yang disajikan atau disampaikan kepada masyarakat hanya satu pintu, yaitu melalui Bagian Data, Sistem Informasi, dan Hubungan Masyarakat.
Ketiga, karena data itu dinamis, maka dibuatkan laporan periodik mengenai perkembangan data.
Terakhir, keempat, Sesditjen berpesan agar dapat mempercepat selisih data antara data manual dengan data online.
Kegiatan Konsinyering Evaluasi Pengelolaan Data, Sistem Informasi, dan Hubungan Masyarakat Bimbingan Masyarakat Islam Tahun 2018 ini berlangsung selama 3 hari, 28 hingga 30 November 2018 dan bertempat di AONE Hotel. Dihadiri 60 orang yang terdiri dari pejabat dan staf Ditjen Bimas Islam, Unit Percetakan Alquran (UPQ), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Badan Zakat Nasional (BAZNAS), dan Biro Humas, Data, dan Informasi (HDI).
Penulis : nhkurniawan
Editor : nhkurniawan
Foto : bimasislam
Ini Pesan Sesditjen Terkait Data Bimas Islam!
Baca Selanjutnya
Lihat semuaGelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.
Kemenag Dorong Beasiswa Zakat Terintegrasi di SatuBeasiswa, Cegah Pendanaan Ganda
Kemenag dan Kemdiktisaintek Perluas Akses Kuliah melalui SatuBeasiswa
Kemenag Buka Sertifikasi Amil 2026, Siapkan 110 Peserta di Dua UIN
Kemenag Buka Sertifikasi Amil 2026, Siapkan 110 Peserta di Dua UIN
Wamenag Bahas Insersi Kurikulum dan Naskah Akademik RUU Terkait Penyebaran Budaya LGBT
Wamenag Bahas Insersi Kurikulum dan Naskah Akademik RUU Terkait Penyebaran Budaya LGBT






