Ini Tantangan Pengembangan Zakat dan Wakaf Menurut KNEKS

Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Ahmad Juwaini mengungkapkan, pengembangan zakat dan wakaf di Indonesia menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya, penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam mengembangkan potensi zakat dan wakaf.

"Pengetahuan masyarakat mengenai zakat dan wakaf masih terbatas. Hal ini yang menyebabkan tata kelola zakat dan wakaf kita belum optimal," ungkap Juwaini dalam acara Kelas Literasi Zakat dan Wakaf melalui channel Youtube Literasi Zakat Wakaf, Senin (28/11/2022).

Juwaini memaparkan, ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk menjawab tantangan tersebut. Di antaranya, adanya kolaborasi antara Pemda dengan lembaga pengelola zakat, pengelolaan dana zakat berbasis wilayah, serta integrasi produk keuangan komersial dan sosial.

"Kami juga mendorong adanya kolaborasi antara program zakat dengan wakaf. Misalnya, dana zakat menjadi biaya operasional dari pengembangan aset wakaf," lanjutnya.

Juwaini menambahkan, sejumlah stakeholder telah berkolaborasi dalam pemanfaatan dana zakat untuk pengentasan kemiskinan. Hal ini, lanjutnya, perlu terus ditingkatkan melalui kolaborasi antarlembaga yang berwenang.

"Dalam hal ini ada Kemenag, Kemensos, Kemendagri dengan sejumlah pemerintah daerah di bawahnya, serta lembaga pengelola zakat seperti BAZNAS dan LAZ," tutupnya.

(Boy)
الوسوم المتعلقة:
#Zakat#Wakaf#KUA#BinaSyariah#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua