Kemenag: Audit Syariah Penting Tingkatkan Akuntabilitas dan Kepercayaan Masyarakat

Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama (Kemenag), Tarmizi Tohor mengatakan, audit syariah bagi lembaga pengelola zakat penting dilakukan untuk meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat.

“Sesuai Undang-undang (UU) Zakat No. 23 Tahun 2011 dan Keputusan Menteri Agama (KMA) 606 Tahun 2020, audit syariah bagi lembaga pengelola zakat adalah wajib,” katanya saat dihubungi via pesan Whatsapp, Jumat (3/9).

Direktur menyatakan, dalam UU Zakat No. 23 Tahun 2011 Pasal 18 dijelaskan, lembaga pengelola zakat bersedia dilakukan audit syariah dan audit keuangan secara berkala, sedangkan dalam KMA 606 Tahun 2020 audit syariah dilakukan untuk memastikan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya berjalan sesuai dengan standar kepatuhan syariah.

“Jadi audit syariah bagi lembaga pengelola zakat menjadi sangat penting. Karena bagi muzaki, mereka pasti ingin kepastian apakah zakat yang mereka tunaikan dikelola dengan baik dan sesuai syariah,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Akreditasi dan Audit Lembaga Zakat, Muhibuddin berharap lembaga pengelola zakat untuk tidak berpikir audit syariah hanya pekerjaan yang merepotkan. Ini untuk mencegah penyimpangan dan pelanggaran dalam pengelolaan dana zakat.

“Audit syariah dapat mewujudkan pelayanan dan pengelolaan zakat yang terpercaya, aman, nyaman dan sesuai syariah,” kata Muhibuddin.

(Tommy)
الوسوم المتعلقة:
#Zakat#Wakaf#BinaSyariah#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua