Kemenag Berangkatkan 15 Imam Asal Indonesia ke UEA

Tangerang, Bimas Islam --- Kementerian Agama (Kemenag) memberangkatkan 15 imam masjid asal Indonesia untuk bertugas di masjid-masjid di Uni Emirat Arab (UEA). Pemberangkatan melalui Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang dengan penerbangan reguler Pesawat Ettihad nomor EY 475, Sabtu (30/10/21) malam.

"Ini bukti keseriusan Kemenag untuk menjalankan amanah Presiden terkait hubungan dua negara. Meski sempat terkendala pandemi Covid-19, alhamdulillah 15 imam asal Indonesia bisa diberangkatkan," ungkap Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin, Sabtu (30/10/21) malam.

Dirjen menambahkan, imam masjid asal Indonesia merupakan permintaan khusus Putra Mahkota UEA, Syeik Zayed kepada Presiden RI, Joko Widodo. Hal ini, tambahnya, merupakan bukti baiknya hubungan dua negara.

"Umat Islam Indonesia memiliki karakter moderat baik dalam pemahaman maupun sikap. Hal ini menjadi daya tarik selain kemampuan dalam menghafal, bagusnya suara, tepatnya tajwid, dan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris," tambahnya.

Dikonfirmasi di Bandara Soekarno Hatta, Koordinator Keberangkatan Imam ke UEA, Udin Saefuddin menjelaskan, jumlah imam yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi awal tahun 2021.

"Imam yang diberangkatkan malam ini merupakan hasil seleksi bulan Maret 2021 oleh Otoritas UEA. 28 imam lulus, mengundurkan diri 1 orang, meninggal dunia 1 orang, 3 orang tidak lulus medical check up (MCU)," ujar Udin.

Dari 23 imam tersisa, hanya 15 orang yang bisa diberangkatkan. Sebanyak 8 imam terkendala persoalan administrasi. "Target Kemenag yang 8 imam akan menyusul di pertengahan November, insyaallah," tambah Udin.

Udin menambahkan, sebanyak 15 imam ini akan langsung dijemput oleh Kedutaan Besar Indonesia di Abu Dhabi. Kelima belas imam ini, katanya, juga akan disambut oleh sejumlah warga Indonesia di Abu Dhabi.

"Kami menerima info, WNI di Abu Dhabi menyambut dengan antusias. Setelah istirahat di Kedubes Indonesia di Abu Dhabi, mereka akan langsung ditugaskan di Rosul Khoimah, Fujairah, dan Dafrah," pungkas Udin.

Adapun 15 Imam Asal Indonesia yang diberangkatkan ke UEA pada Sabtu (30/10/21) malam adalah:

1. Caniba Rustian Sholeh (Banten)
2. Ahmad Syawqibik Nasrullah Syahroni (Jawa Barat)
3. Sunarto Sukirno Sholeh (Jawa Timur)
4. Muhammad Azwar Azis (Papua Barat)
5. Madgani Sobi Dalab (Kalimantan Utara)
6. Aulia Rachman Albaab (Banten)
7. Arif Muhammad Tono (Daerah Istimewa Yogyakarta)
8. Al-Rizhal Tisma Wahid Maulana (Jawa Timur)
9. Ujang Saepul Akbar (Jawa Barat)
10. Wildan Syukrillah Afif (Banten)
11. Taufik Hidayat Muhamad Yusup (Daerah Istimewa Yogyakarta)
12. Salman Farisi Khamid Hidayat (Kalimantan Selatan)
13. Ahmad Dzaky Mufakkir (Banten)
14. Nisfu Rinaldi Bin Rizal Haris (Riau)
15. Agusri Bin Syamsuddin Ahmad (Aceh)

(Pirman)
الوسوم المتعلقة:
#InfoMasjid#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua