Kemenag Manfaatkan Kemajuan Teknologi Permudah Masyarakat Belajar Ilmu Falak

Sukabumi, Bimas Islam --- Plt Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama RI, Ismail Fahmi mengatakan, perkembangan ilmu falak di Indonesia saat ini seimbang dengan perkembangan teknologi. Meski demikian, minat masyarakat dalam mempelajari ilmu falak masih sangat minim.

“Kami terus berupaya memaksimalkan pemanfaatan teknologi agar masyarakat lebih familier dan mempermudah belajar ilmu falak,” ujar Ismail dalam sambutannya pada acara Bimbingan Teknis Hisab Rukyat Tahun 2021 di Kecamatan Cikakak, Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Selasa (12/10/2021).

Menurut Ismail, semakin berkembangnya teknologi tentunya dapat semakin menambah keakuratan dalam membantu perkembangan ilmu falak.

“Ilmu falak ini merupakan kebutuhan primer, karena hampir semua ibadah kita berkaitan langsung dengan ilmu falak. Misalnya penentuan jadwal waktu salat, kita harus bisa menjelaskan kepada masyarakat latar belakang dan rumus dalam penentuannya,” katanya.

Dikatakan Ismail, dalam hisab rukyat juga mempelajari syarat sahnya salat, yaitu penentuan arah kiblat.

“Kita tahu perjuangan Rasulullah SAW dalam menghadap kiblat dan ini menjadi sebuah sejarah yang menjadi patokan untuk kita hingga saat ini. Kita tidak bisa ke kiri sedikit mengarah kiblatnya, karena akan ke arah Afrika, kalau ke kanan sedikit itu arah kiblatnya ke Masjid Al-Aqsha,” ungkapnya.

Menurut Ismail, ketentuan menghadap kiblat itu sebagaimana perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an yang artinya: ''Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.” (QS: Al-Baqarah: 144).

“Ayat tersebut menjelaskan bahwa kita menghadap Masjidil Haram adalah sebuah perintah dari Allah SWT,” katanya.

Pria kelahiran Jakarta itu menambahkan, salah satu tujuan Bimtek ini, juga akan memperkenalkan rumus-rumus yang mempermudah dalam mempelajari penentuan arah kiblat, awal bulan, penggunaan aplikasi, dan theodolit.

“Selanjutnya, harapan kami dari Bimtek ini semakin banyak lahir kader-kader pakar falak. Insyaallah dari 50 orang peserta yang hadir saat ini akan menjadi ahli hisab rukyat di masyarakat,” pungkasnya.

Acara yang digelar Subdit Hisab Rukyat dan Syariah dihadiri oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin dan diikuti 50 peserta yang terdiri dari unsur Kepala KUA, Penghulu, Penyuluh Agama Islam, perwakilan ormas Islam, perwakilan Majelis Taklim, dan pejabat di lingkungan Kemenag RI dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

(Anty)
الوسوم المتعلقة:
#InfoMasjid#KUA#BinaSyariah#PenyuluhAgama#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua