Kemenag: Masjid Istiqlal Harus Menjadi Penjaga Gawang Pengetahuan di Indonesia

Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin berharap, Masjid Istiqlal ke depan harus memiliki kegiatan akademik berkualitas yang dapat dirasakan seluruh umat Islam di Indonesia.

“Masjid Istiqlal harus menjadi penjaga gawang pengetahuan di Indonesia dengan menghadirkan kajian-kajian turats,” katanya saat mewakili Menteri Agama membuka Rapat Kerja Badan Pengelola Masjid Istiqlal (Raker BPMI) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Selasa (18/01).

Dirjen mengatakan, kajian turats merupakan peninggalan para ulama dan cendekiawan umat Islam terdahulu. Menurutnya, Masjid Istiqlal bisa menjadi seperti Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dengan menghadirkan kajian-kajian yang diisi ulama setempat yang merupakan tradisi lama.

“Kajian yang sudah ada perlu ditingkatkan dengan kajian turats yang representatif seperti kajian tafsir, hadis, dan ilmu-ilmu keagamaan klasik,” ujarnya.

Dirjen menyarankan, Masjid Istiqlal bisa memulai dengan kajian non formal dengan tetap menjaga mutu dan kualitas. Sehingga saat Pandemi Covid-19 sudah usai, jemaah setelah Salat Jumat bisa tetap di masjid mendengarkan kajian ulama-ulama yang mengajarkan karakteristik Islam Indonesia.

“Sudah saatnya umat Islam Indonesia mengenal sejarah ulama terdahulu dalam membina umat sehingga Indonesia menjadi negara paling plural dan majemuk,” tutupnya.

(Tommy)
الوسوم المتعلقة:
#InfoMasjid#KUA#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua