Kemenag: MTQ dan STQH Jadi Manajemen Talenta Nasional Paling Sistematis

Kota Kendari, Bimas Islam — Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag), Ahmad Zayadi mengatakan, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) merupakan bagian dari sistem pembinaan dan manajemen talenta keagamaan nasional yang paling sistematis dan terprogram. Hal itu disampaikannya saat peluncuran STQH Nasional 2025 di Kota Kendari, Selasa (9/9/2025).
 
“Manajemen talenta nasional dalam bidang MTQ-STQH adalah yang paling sistematis dan terprogram dibanding bidang lainnya. Sistem ini dibangun secara berjenjang, dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional dan internasional. Ini mencerminkan bahwa pengembangan potensi Qur’ani di Indonesia merupakan proyek kebangsaan jangka panjang,” ujar Zayadi.
 
Menurutnya, MTQ dan STQH bukan sekadar lomba membaca atau menghafal Al-Qur’an. Lebih dari itu, keduanya berfungsi sebagai wahana kaderisasi dan manajemen talenta keagamaan yang konsisten. Dengan mekanisme verifikasi berlapis serta pembinaan berjenjang, Kemenag memastikan sistem ini mampu menemukan, membina, dan menempatkan talenta Qur’ani secara berkelanjutan, mulai dari desa hingga panggung internasional.
 
Zayadi menjelaskan, pendaftaran dan verifikasi peserta kini dilakukan melalui platform digital e-MTQ. Proses tersebut dilengkapi dengan pemeriksaan administrasi dan masa sanggah untuk menjamin akurasi data, kesesuaian domisili, serta integritas kompetisi. “Proses berlapis inilah yang menjadi bukti konkret bahwa manajemen talenta Qur’ani di Indonesia terprogram dengan baik,” tambahnya.
 
Dampak nyata sistem ini terlihat di daerah. Pembinaan di tingkat kecamatan dan desa mendorong lahirnya para pembimbing lokal serta memperkuat jejaring LPTQ. Dengan begitu, peluang talenta dari daerah terpencil untuk tampil di panggung nasional semakin terbuka. Pelaksanaan STQH Nasional di Kendari juga dimaknai sebagai momentum untuk mengangkat kapasitas daerah tuan rumah sekaligus memperkenalkan kawasan eks MTQ sebagai ruang publik religius.
 
Fn/Mr

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli
Berita · 26 Okt 2026

Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kemenag menyiapkan Ruang Inklusif dan Setara (RISE) dan pengembangan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN) untuk mempermudah akses penyandang disabilitas, khususnya teman tuli, terhadap pemahaman ajaran Islam.