Kemenag: Puasa Sarana Rasakan Kehadiran Allah dalam Tiap Kondisi

Jakarta, Bimas Islam --- Ibadah puasa yang diwajibkan di bulan Ramadan merupakan sarana merasakan kehadiran Allah dalam setiap kondisi. Karenanya, puasa disebut sebagai perisai yang melindungi pelakunya dari perbuatan terlarang.

"Puasa merupakan instrumen untuk membuat kita menjadi orang yang bertakwa, takut kepada Allah, dan selalu merasakan kehadiran Allah di mana pun kita berada. Allah Maha Hadir dalam setiap langkah dan aktivitas kita," ungkap Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin dalam Ceramah Ramadan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (4/4/22) malam.

Dalam ceramah bertema Teladan Rasulullah pada Bulan Ramadan ini, Dirjen menyebutkan sejumlah amalan yang paling sering dilaksanakan Nabi. Misalnya, membaca Al-Qur'an, bersedekah, membagi makanan berbuka, berdoa, dan qiyamullail atau salat malam.

"Siapa yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa maka pahalanya sama dengan orang yang berpuasa tersebut," ungkap Dirjen menjelaskan makna hadis Nabi.

Jika amalan tersebut dilaksanakan dengan sepenuh hati, tambah Dirjen, orang yang berpuasa akan bertransformasi menjadi pribadi mulia. Tidak hanya dalam hubungan vertikal kepada Tuhan, tetapi juga terhadap sesama manusia dan alam sekitar.

"Mari jadikan puasa kita tahun ini sebagai puasa yang lebih berkualitas dan mampu mentransformasi diri menjadi pribadi takwa yang memiliki perisai dan proteksi diri dari melakukan hal yang tidak diridai Allah," harapnya.

(Pirman)
الوسوم المتعلقة:
#InfoMasjid#KUA#Ramadan#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua