Kemenag Terus Tingkatkan Edukasi Literasi Zakat ke Masyarakat

Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor menegaskan perlu adanya peningkatan literasi zakat kepada umat Islam di Indonesia yang masih tergolong kategori menengah/moderat berdasarkan kajian Pusat Kajian Strategis Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Tarmizi mengaku, masyarakat masih kerap keliru memahami antara zakat dengan infak dan sedekah kepada para mustahik. Hal ini yang perlu terus dilakukan edukasi, baik oleh pengurus LAZ dan BAZNAS, maupun para Penyuluh Agama Islam.

"Padahal jelas berbeda, zakat itu perkara wajib dan ada perhitungan takarannya, sementara infak dan sedekah itu sunnah dan tidak ada hitungannya. Ini yang perlu terus diedukasi," terang Tarmizi di Jakarta, Selasa (8/2/2022).

Tarmizi menjelaskan, untuk ketentuan zakat fitrah, hampir seluruh umat Islam sudah memahami ketentuan dan perhitungannya. Namun untuk zakat mal, masyarakat masih belum memahami secara jelas.

"Makanya, penting bagi para amil untuk memiliki kemampuan dalam menghitung berapa zakat mal yang harus dikeluarkan, apabila ada muzaki yang ingin menunaikan zakatnya," tegasnya.

Untuk itulah, lanjut Tarmizi, kompetensi para amil perlu ditingkatkan dengan dibentuknya Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) agar tata kelola zakat di Indonesia semakin profesional.

"Kami juga terus melakukan edukasi literasi zakat dan wakaf kepada masyarakat melalui media sosial, serta di beberapa perguruan tinggi," tutupnya.

(Boy)
الوسوم المتعلقة:
#Zakat#Wakaf#PenyuluhAgama#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua