Ketua Badan Pelaksana BWI: Kekuatan Wakaf Kita Ada di Sinergi

Jakarta, bimasislam --- Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf menggelar Sarasehan Muzakarah Wakaf Nasional di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat. Acara yang digelar dari tanggal 30 Juli hingga 1 Agustus 2018 itu dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
 
Dalam sambutannya, Ketua Badan Pelaksana BWI Mohammad Nuh mengucapkan terimakasih kepada Menag karena menyempatkan waktu untuk hadir dalam acara ini.
 
“Tugas kita untuk terus menerus melakukan sosialisasi dan literasi kepada masyarakat, serta meningkatkan tata kelola perwakafan,” kata Nuh, Senin (30/07).
 
Terkait Nazir yang belum mampu meningkatkan nilai manfaat wakafnya, Nuh meminta untuk terus ditingkatkan pemahaman esensi perwakafannya. “Sehingga sesuai dengan tema kegiatan ini yaitu penguatan perwakafan untuk kesejahteraan dan kemartabatan umat", ujar Nuh.
 
Nuh menambahkan, pendekatan wakaf saat ini sekarang berbeda. “Kalau dulu pakai sistem atau konsep kompetisi, dengan perkembangan zaman, berubah menjadi konsep sinergi atau kosep kerja bareng,” jelas Nuh.
 
Untuk meningkat nilai manfaat wakaf, Nuh mengajak para stakeholder perwakafan, untuk kerja bareng-bareng, karena kekuatan wakaf kita ada di sinergi, karena akan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian
 
Tampak hadir mendampingi Menag pada acara tersebut, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Ketua Badan Pertimbangan BWI Slamet Riyanto, para pejabat di lingkungan Ditjen Bimas Islam, serta 70 orang perwakilan BWI pusat dan daerah, lembaga wakaf, Bank Indonesia, serta para Nazir wakaf.
 
Penulis : nhkurniawan
Editor : nhkurniawan
Foto : bimasislam

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.