Lokakarya Cegah Dini Konflik Berdimensi Agama Digelar di Bulukumba

Bulukumba, Bimas Islam -- Yayasan Baburrahman Galung Beru (Galber) bersama Subdirektorat Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik Kementerian Agama menggelar Lokakarya Pencegahan Dini Konflik Berdimensi Keagamaan di Aula PLHUT Kemenag Bulukumba, Sabtu-Minggu (5-6/8/2023).
 
Kegiatan itu bertujuan untuk memperkuat peran pemuka agama dan organisasi masyarakat (Ormas) sebagai aktor penanganan konflik dalam kehidupan sosial-keagamaan di masyarakat, khususnya Kabupaten Bulukumba.
 
Secara terpisah, Kepala Subdirektorat Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik, Dedi Slamet Riyadi mengatakan, tokoh agama dan Ormas mesti mampu membangkitkan semangat persaudaraan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
 
“Tokoh agama dan Ormas punya peran yang sangat sentral di masyarakat. Kita sudah punya KMA Nomor 332 Tahun 2023 tentang Sistem Peringatan Dini Konflik Sosial Keagamaan. Untuk itu, tokoh agama dan Ormas mesti memiliki sensitivitas terhadap potensi konflik,” terangnya saat dihubungi wartawan Bimas Islam, Minggu (6/8/2023).
 
Sebelumnya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bulukumba, Misbahuddin menyampaikan, tokoh agama dan Ormas juga berperan merawat harmoni dalam kehidupan umat beragama.
 
“Tokoh agama dan Ormas berperan sebagai mediator dan fasilitator dalam dialog terkait konflik berdimensi agama,” terangnya, Sabtu (5/8/2023).
 
Tokoh agama dan Ormas, imbuh Misbahuddin, juga harus membentuk karakter masyarakat yang moderat.
 
“Bulukumba memiliki masyarakat yang majemuk. Potensi konflik jelas sangat besar. Bahkan, kami pernah menerima informasi, ada oknum dari satu organisasi keagamaan yang melarang pembangunan gereja. Ini adalah dampak dari cara pandang dan sikap beragama yang tidak moderat. Untuk itu, jika kita sudah mampu menanamkan nilai-nilai moderasi kepada masyarakat, sikap yang muncul ke permukaan adalah toleran terhadap perbedaan,” imbuhnya.
 
Sementara itu, Ketua Yayasan Baburrahman Galung Beru, Rusli Rahman berterima kasih kepada Kementerian Agama yang telah memberi perhatian terhadap tokoh agama dan Ormas di Bulukumba.
 
Diketahui, kegiatan Lokakarya Pencegahan Dini Konflik Berdimensi Keagamaan mengundang sejumlah narasumber, yaitu Kepala Kantor Kemenag Bulukumba Misbahuddin, Rais Awwal Idarah Aliyah JATMAN Syekh Sayyid Abdur Rahim Assegaf Puang Makka, Pengurus Yayasan PP As’adiyah Pusat K.H. Riyadi Hamda, dan Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Istimewa (MWCI) NU Masyarakat Adat Kajang Syamsuddin Madani. 
الوسوم المتعلقة:
#Toleransi#ModerasiBeragama#KUA#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Inisial WCP · Tim Peliput
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua