Mochtar Naim Wafat, Sesditjen: Ilmuwan Minangkabau dengan Reputasi Global

Jakarta, Bimas Islam --- Tokoh cendekiawan muslim, sosiolog, dan pakar budaya asal Minangkabau, Sumatera Barat, Dr. H. Mochtar Naim meninggal dunia pada usia 88 tahun, Minggu (15/8), di RS Universitas Indonesia, Depok. Jenazah almarhum disalatkan dan dilepas ke pemakaman dari Masjid Fathullah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengenang sosok almarhum Mochtar Naim sebagai ilmuwan yang mempunyai reputasi global dan selalu membuka komunikasi dengan masyarakat.

"Saya terkesan dengan sikap ramah dan rendah hatinya serta dekat dengan semua lapisan generasi. Senyum tulusnya dalam berinteraksi dengan siapa pun akan selalu dikenang. Kepribadiannya yang baik dan kepeduliannya terhadap permasalahan umat tercermin dari jejak hayatnya sejak di Padang sebagai dosen Universitas Andalas (UNAND) dan aktif dalam berbagai kegiatan dakwah & kemasyarakatan maupun setelah beliau pindah ke Jakarta." kenang Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam di Jakarta, Senin (16/8).

Sebagai ilmuwan sosial, lanjut Fuad, almarhum Pak Mochtar Naim seorang yang gigih, tidak mengenal lelah dan tetap aktif hingga usia lanjut. Beliau memiliki kepedulian yang besar terhadap masa depan bangsa dan upaya revitalisasi "Adat basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah" sebagai jatidiri kebudayaan Minangkabau dalam bingkai NKRI.

"Salah satu pesan terakhir almarhum sebelum meninggal, sebagaimana dituturkan putranya Emil Naim di pemakaman almarhum, ialah himbauan agar bahu-membahu dalam membantu umat di tengah situasi yang sulit dewasa ini. Semoga Allah Swt mengampuni dan merahmatinya, serta menempatkan almarhum di jannatun naim," lanjut Fuad.

Mochtar Naim merupakan sesepuh masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat, kelahiran 25 Desember 1932. Ia menjalani masa kuliah di PTAIN Yogyakarta, (Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri, kini UIN) dan di Fakultas Ekonomi UII (Universitas Islam Indonesia). Ia menyelesaikan master bidang sosiologi dari Institute of Islamic Studies, McGill University, Montreal, Canada, dan meraih doktor dari University of Singapore.

"Ketika baru pulang dari luar negeri  almarhum mendirikan Pusat Studi Minangkabau (Center for Minangkabau Studies) di Padang. Selama tiga tahun berturut-turut (1968-1970), ia menggiatkan penelitian-penelitian di bidang masyarakat dan kebudayaan Minangkabau, mengadakan seminar-seminar berskala nasional dan internasional mengenai Minangkabau," tutur Fuad Nasar.

Karya Mochtar Naim yang terbilang legend dan menjadi rujukan, diangkat dari disertasinya, yaitu buku "Merantau: Pola Migrasi Suku Minangkabau". Beliau kemudian menulis mahakarya "Kompendium Himpunan Ayat-Ayat Al-Qur'an" yang berkaitan dengan beberapa disiplin ilmu terdiri dari beberapa jilid, seperti Hukum, Biologi & Kedokteran, Fisika & Geografi, Ekonomi, Bootani & Zoologi, dan masih ada seri atau jilid yang sudah disusun naskahnya namun belum sempat diterbitkan.

(Boy)
الوسوم المتعلقة:
#39#InfoMasjid#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua