Negara Memberi Otoritas Keagamaan Kepada Penyuluh, Dirjen Bimas Islam: Manfaatkan dengan Baik

Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin mengungkapkan, negara telah memberi otoritas keagamaan kepada Penyuluh Agama Islam. Sehingga, ia harus mampu memainkan perannya dengan baik di tengah masyarakat.

“Saya sering mengatakan begini, jika penyuluh atau pun penghulu bisa memainkan perannya dengan baik, mereka akan menjadi tokoh masyarakat yang sangat disegani di lingkungannya, karena tidak hanya masyarakat, tapi negara juga sudah memberi mereka otoritas keagamaan,” ujar Dirjen pada acara Revitalisasi KUA Bidang Urais Binsyar di Hotel Novotel Mangga Dua, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/21) malam.

Menurut Dirjen, ketika penyuluh bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, maka secara otomatis ia akan mendapat penghargaan sosial dari masyarakat.

Selain otoritas keagamaan, Penyuluh Agama Islam yang ideal adalah ulama. Sebab, menurut Dirjen, secara sosiologis pada dasarnya memang ulama, karena mereka turun langsung memberikan edukasi dan pencerahan keagamaan pada masyarakat.

“Namun untuk menjadi penyuluh yang ideal, tentu ada tantangan dan sejauh mana kualitas dan penjiwaannya dalam melaksanakan tugas serta profesinya,” ungkapnya di hadapan 78 peserta dari 27 KUA di tiga provinsi, yaitu Sumatera Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Guru Besar UIN Alauddin Makassar itu mencontohkan, guru di Finlandia merupakan profesi yang sangat dihormati karena dianggap paling prestisius.

“Pernah ada survei calon pengantin laki-laki ketika ditanya calon istri yang paling ideal, kemudian jawabannya adalah guru. Jadi calon istri dan calon suami yang paling ideal itu adalah guru. Artinya guru adalah profesi yang paling diidam-idamkan oleh masyarakat secara umum di Finlandia,” ungkap Dirjen.

Menurutnya, fakta tersebut dikarenakan profesi guru di Finlandia memberikan pelayanan yang sangat bagus dan diterima oleh masyarakat.

“Guru itu disegani, dihormati, dan disayangi karena mereka mengajar dengan hati, dengan cinta, dan benar-benar mencintai muridnya juga mencintai profesinya. Namun ada ekosistem yang sangat panjang untuk melakukan itu,” pungkasnya.

Acara yang digelar Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Tahun 2021 Angkatan ke-2 itu, menghadirkan narasumber seperti pakar psikolog keluarga Alissa Wahid, Staf Khusus Menteri Agama RI Muhammad Nuruzzaman, Pakar Psikologi Konflik Ichsan Malik, dan Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Muhammad Adib Machrus.

(Anty)
الوسوم المتعلقة:
#KUA#BinaSyariah#PenyuluhAgama#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua