Orang yang Mengingkari Perbedaan Berarti Mengingkari Takdir Allah

Jakarta, Bimas Islam --- Kepala Seksi Penyuluhan dan Pengembangan Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Husni Ismail mengatakan, orang yang mengingkari perbedaan berarti mengingkari takdir Allah SWT. Sebab menurutnya, perbedaan adalah sunatullah dan kehendak-Nya.

Hal itu dikatakannya dalam acara OBSESI episode-54 Fikih Aktual yang bertema ‘Piagam Jakarta dan Perjanjian Hudaibiyah’ yang ditayangkan langsung melalui akun Youtube Bimas Islam TV, Jumat (12/11/2021).

“Seperti perbedaan yang terjadi di Indonesia, hal itu tentu merupakan refleksi dari surah Al-Hujurat ayat 13 disebutkan, Ya ayyuhan-nasu inna khalaqnakum min zakariw wa unsa wa ja'alnakum syu'ubaw wa qaba`ila lita'arafu. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal,” katanya.

Menurutnya, ayat tersebut menggambarkan bahwa manusia dimudahkan dalam berinteraksi meski dalam sebuah perbedaan. Selain itu, manusia diperintahkan memelihara persaudaraan antarsesama juga disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Isra' ayat 70 yang artinya: “Sungguh Kami telah memuliakan anak Adam”, itu artinya setiap manusia dari etnis atau suku manapun adalah anak cucu Nabi Adam.

“Kita tidak bisa memilih terlahir menjadi etnis tionghoa, dayak, jawa dan lainnya, itu semua sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Kita tidak boleh mengingkari takdir Allah SWT, khawatir rusak pula iman kita. Oleh karena itu, kita harus saling menghormati dan saling memuliakan, karena kita semua sudah diciptakan sama-sama mulia oleh Allah SWT,” ungkapnya.

Pimpinan Pesantren Al-Qur’an Quba Serua Bojongsari Depok itu menambahkan, segala perbedaan di muka bumi ini memiliki kemuliaan, seperti halnya persaudaraan sesama muslim, antaragama, maupun antarbangsa.

“Apalagi persaudaraan sesama manusia itu sangat kuat untuk menjalin kedekatan satu dengan yang lainnya, bahkan bisa saling menyayangi satu sama lain. Jadi kalau kita memahami perbedaan-perbedaan itu, tentu kita akan mensyukuri sebagai karunia Allah untuk kita semua,” pungkasnya.

(Anty)
الوسوم المتعلقة:
#KUA#BinaSyariah#PenyuluhAgama#Pesantren#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua