PAI Kaidipang Sosialisasi Pencegahan Stunting Setelah Akad Nikah

Bolmut, Bimas Islam - - Penyuluh Agama Islam (PAI) PNS di Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) gencar melakukan sosialisasi pencegahan stunting. Sosialisasi dilakukan setelah pasangan pengantin melakukan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kaidipang.

PAI Fungsional PNS, Mei Kosegeran mengatakan, calon orang tua harus memperhatikan kesehatan keluarga agar mewarisi keturunan yang kuat, sehat, dan generasi terbaik. Mei menilai, itu hal itu sesuai dengan anjuran agama.

“Agama memerintahkan kita agar tidak mewariskan generasi yang lemah, dan sebaliknya kita harus menyiapkan generasi terbaik, yaitu generasi unggul”, kata Mei di Kaidipang melalui keterangan tertulis yang diterima bimasislam, Selasa (18/10).

Mei mengungkapkan, berdasarkan World Health Organization (WHO) penyebab stunting pada anak adalah gizi buruk, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi psikososial. Jika ketiga penyebab tersebut terjadi secara simultan dan terus-menerus pada 1.000 hari pertama hidup bayi, maka akan menyebabkan stunting.

“Risiko terkena stunting bertambah tinggi jika ibu hamil tidak mencukupi kebutuhan gizinya. Umumnya, ini terjadi pada ibu remaja yang belum memahami pentingnya asupan bergizi sejak masa kehamilan, serta pola laktasi yang memadai,” ujarnya.

“Kepedulian orang tua dari masa pra-hamil sampai hamil dengan memperhatikan gizi bayi mampu menghasilkan anak-anak berprestasi baik agama maupun pengetahuan umum,” tutupnya.

(Tommy)
الوسوم المتعلقة:
#InfoNikah#KUA#PenyuluhAgama#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua