Pakar Psikologi Konflik Sebut Kegagalan Relasi Manusia Pemicu Konflik

Bogor, Bimas Islam --- Konflik sosial nyaris sulit dihindari dalam kehidupan bermasyarakat. Selain disebabkan oleh latar belakang yang berbeda, setiap individu juga mempunyai kepentingan masing-masing, baik itu kepentingan ekonomi, sosial, dan budaya.

“Meski penyebab utama konflik sosial adalah perbedaan di tengah masyarakat, banyak faktor yang bisa terkait dengannya. Salah satunya kegagalan relasi manusia,” kata Pakar Psikologi Konflik Prof. Ichsan Malik saat menjadi narasumber pada acara FGD RPMA di Bogor, Minggu (28/11/2021).

Menurutnya, rasa cinta dan empati tidak mampu menjaga relasi harmonis manusia secara permanen. Sebab, kodrat sosial dalam sejarah masyarakat manusia, relasi sarat dengan muatan kepentingan, penguasaan, permusuhan, dan penindasan.

Guru Besar Universitas Pertahanan itu menjelaskan, konflik akan terus berkembang ketika ada perbedaan, baik antarindividu, prinsip, maupu ideologi. “Nah ajaibnya kenapa Tuhan menciptakan perbedaan itu? Kenapa tidak menciptakan satu etnis atau satu agama saja di dunia ini, tapi nyatanya Tuhan menciptakan perbedaan itu,” katanya.

“Tetapi jika hanya ada satu agama saja di dunia, apakah tidak akan ada konflik? Tentu tetap masih ada konflik. Contohnya konflik Qabil dan Habil, ketika bumi ini hanya dihuni oleh sedikit manusia itu saja sudah ada perselisihan,” ungkapnya pada acara Rancangan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia (RPMA) itu.

Jadi, perbedaan akan selalu menjadi sumber konflik. Sebab menurut Prof. Ichsan, konflik tidak serta merta turun dari langit, pasti ada dinamika yang bisa dideteksi.

“Sama halnya dengan konflik-konflik sosial keagamaan yang kerap terjadi di Indonesia tentunya sudah bisa kita amati atau deteksi bersama,” jelasnya di depan 40 peserta perwakilan dari Ormas Islam, Penyuluh Agama Islam Kota Bogor, Puslitbang Bimas Agama, dan pejabat di lingkungan Direktorat Urais dan Binsyar.

Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Subdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik itu berlangsung selama tiga hari, Sabtu-Senin 27-29 November 2021 di Hotel Acrh, Bogor, Jawa Barat dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

(Anty)
الوسوم المتعلقة:
#PenyuluhAgama#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua