Penghulu di Sulsel Kenalkan Kitab Assikalaibineng dalam Suscatin

Maros, Bimas Islam --- Penghulu KUA Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan Syamsir Nadjamuddin mengungkapkan, perlu mengenalkan kearifan lokal dalam Kursus Calon Pengantin (Suscatin) sebagai modal membangun rumah tangga yang sakinah, mawadah, dan warahmah.

“Salah satu naskah klasik masyarakat Bugis-Makassar yang menjadi pedoman membina kebahagiaan suami istri adalah Kitab Assikalaibineng. Isi kitab ini menjadi kearifan lokal pernikahan pada manuskrip abad ke-17,” ujar Syamsir kepada bimasislam, Senin (24/1/22).

Menurutnya, konsep dalam Kitab Assikalaibineng menjadi warisan berharga bagi kalangan adat suku Bugis-Makassar. Bahkan menjadi pedoman bagi umat Islam, karena di dalamnya tidak hanya membahas etika hubungan suami istri tapi juga konsep syariah dalam rumah tangga.

“Tak cuma tata cara dan etika bersenggama, dalam Kitab Assikalaibineng juga membahas pentingnya sikap konsensual dalam berumah tangga,” ungkapnya.

Dikatakannya, dari kitab tersebut, suami-istri diajarkan kesalingan, yaitu bagaimana memperlakukan pasangan dengan mengutamakan kesopanan.

“Kami berusaha agar konsep-konsep ini selalu dimasukan dalam gelaran bimbingan nikah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kalau biasanya materi mengenai undang-undang perkawinan, kompilasi hukum Islam, dan kesehatan reproduksi. Tapi kearifan lokal juga tidak kalah penting untuk membekali pengantin dalam membangun rumah tangga.

(Anty)
الوسوم المتعلقة:
#InfoNikah#KUA#BinaSyariah#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua