Bengkulu, bimasislam--- Peningkatan kompetensi bagi penghulu mutlak dilakukan mengingat tantangan yang dihadapi pada jaman kekinian semakin banyak dan beragam.
Hal itu dikatakan Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Mohsen, pada saat membuka kegiatan Peningkatan Kompetensi dan Budaya Kerja Penghulu di Provinsi Bengkulu, Rabu (14/3) di Hotel Splash Bengkulu.
Menurut Mohsen, peningkatan kompetensi penghulu harus diperhatikan karena penghulu saat ini tidak hanya bertugas sebagai pegawai pencatat nikah dan rujuk.
Penghulu, lanjut dia, selain merupakan pejabat administratif juga merupakan seorang ulama dan muballig. Sebagai pejabat administrator penghulu harus melek terhadap regulasi. Saat ini untuk mengakses regulasi juga sudah sangat mudah karena sudah tersedia di internet.
Sebagai seorang ulama, katanya, penghulu dituntut memiliki kepribadian sebagai panutan umat dan memiliki wawasan keagamaan yang mumpuni serta memahami teks kitab-kitab rujukan sebagai sumber dalam pengambilan dalil dan argumen.
Makanya, menurut Dokktor jebolan UIN Sutan Alauddin Makassar ini, mulai tahun 2018 Direktorat yang dipimpinnya mengganti kegiatan lomba baca kitab bagi penghulu menjadi lomba bahsul kitab.
"Jadi kita tingkatkan. (Penghulu) bukan hanya bisa membaca, tapi juga harus mampu memahami dan membandingkan pendapat para ulama terkait masalah hukum Islam," ujarnya.
Kemudian sebagai muballig, penghulu juga dituntut untuk mampu menyampaikan pesan dakwah Islam yang rahmatan lil alamin yang penuh dengan kesejukan sehingga dapat membimbing umat kepada persatuan, bukan perpecahan.
Pada kesempatan itu, mantan kepala kanwil kementerian agama di dua provinsi ini menambahkan, lima budaya kerja kementerian agama tidak berhenti pada saat dibacakan setiap pembukaan kegiatan tapi yang paling penting bagaimana menghayati dan mengamalkannya.
Mohsen mengambil contoh bagaimana Pancasila sebagai dasar negara yang selalu dibaca pada setiap upacara bendera tapi setelah puluhan tahun lamanya ternyata disadari bahwa Pancasila belum sepenuhnya diamalkan karena tidak terinternalisasi pada diri setiap individu.
Berdasarkan pemikiran di atas, menurut Mohsen, kegiatan peningkatan kompetensi dan budaya kerja bagi penghulu diharapkan tidak berhenti disini tapi juga harus dilanjutkan dengan pengembangan diri masing-masing dalam durasi waktu yang lebih panjang.
Kegiatan peningkatan kompetensi dan budaya kerja bagi penghulu di Provinsi Bengkulu diikuti oleh 60 peserta. Kepala Subdit Bina Kepenghuluan, Zainal Muttaqin, selaku penyelenggara kegiatan menyebutkan, kegiatan ini pada tahun 2018 dilaksanakan hanya di tiga provinsi, yakni Provinsi Bengkulu, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.
penulis : Insan
editor : Insan
foto : insan
Peningkatan Kompetensi Penghulu Mutlak Dilakukan
Baca Selanjutnya
Lihat semuaAda RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kemenag menyiapkan Ruang Inklusif dan Setara (RISE) dan pengembangan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN) untuk mempermudah akses penyandang disabilitas, khususnya teman tuli, terhadap pemahaman ajaran Islam.
Literasi Halal Kosmetik dan Peralatan Rumah Tangga Masih Rendah, Kemenag: Perlu Edukasi Masif
Survei Katadata Insight Center (KIC) tahun 2026 mencatat hanya 51,5 persen responden mengetahui kosmetik wajib bersertifikat halal. Sementara itu, pada kategori peralatan rumah tangga, angkanya hanya 14,5 persen.
Menyiapkan Bekal dan Mental sebelum Akad Pernikahan
Menyiapkan Bekal dan Mental sebelum Akad Pernikahan. Tanggal akad sudah disepakati. Gedung mulai dicari, warna busana diperdebatkan, daftar tamu bertambah setiap hari.






