Pernikahan Usia Anak Masih Tinggi, KUA Tebet Fokus Bimwin Pranikah

Jakarta, Bimas Islam --- Kantor Urusan Agama (KUA) Tebet, Jakarta Selatan mencatat masih banyaknya kasus pernikahan usia anak yang terjadi di wilayahnya. Untuk itu, program bimbingan perkawinan (Bimwin) pranikah menjadi fokus KUA Tebet untuk menekan hal tersebut.

"Sebelum masa PPKM, biasanya kita melakukan Bimwin pranikah setiap dua pekan secara tatap muka dengan melibatkan para penyuluh sebagai pemateri. Sasarannya kepada para remaja usia 17-18 tahun," terang penghulu KUA Tebet, Ahmad Mubarok Azhari saat dijumpai tim pemberitaan Bimas Islam, Senin (6/9).

Azhari mengungkapkan, salah satu faktor masih tingginya kasus pernikahan usia anak di Kecamatan Tebet, karena masalah perekonomian. Terlebih lagi saat masa pandemi Covid-19 yang membuat situasi sosial masyarakat menjadi terbatas.

"Di Tebet ini juga banyak melakukan nikah siri, karena itu saat isbat nikah yang dilakukan oleh Pemprov DKI paling banyak warga Kecamatan Tebet," imbuhnya.

Azhari berharap, setelah masa PPKM dilonggarkan oleh pemerintah pusat, program Bimwin pranikah kembali digencarkan agar kasus pernikahan usia anak bisa semakin diminimalisir.

"Karena pernikahan usia anak ini banyak dampak buruknya dari sisi mental, kesehatan, dan bisa memicu kekerasan dalam rumah tangga," tutupnya.

(Boy)
الوسوم المتعلقة:
#InfoNikah#KUA#PenyuluhAgama#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua