Respon Cepat, KUA Sarang I Manfaatkan Layanan Jawab Otomatis Whatsapp

Rembang, Bimas Islam --- Kementerian Agama terus berupaya meningkatkan layanan publiknya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Salah satunya, pemanfaatan layanan jawab otomatis (auto answer) pada aplikasi pesan instan Whats App (WA) yang dilakukan Kantor Urusan Agama (KUA) Sarang I, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Kepala KUA Sarang I Subchan mengatakan, layanan ini dibuat sejak munculnya pandemi Covid 19. “Tujuan kami meluncurkan layanan ini adalah untuk meningkatkan pelayanan masyarakat, mengurangi interaksi dengan masyarakat, sekaligus menyiasati kurangnya personil di KUA agar layanan tetap prima,” papar Subchan, saat diwawancara secara daring, Kamis (14/01).

Melihat perkembangannya, layanan jawab otomatis WA saat ini menjadi layanan media sosial yang paling efektif selama masa pandemi ini. Para pengguna layanan KUA cukup berkirim pesan, yang selanjutnya akan dijawab otomatis serta segera ditindaklanjuti oleh petugas tanpa harus bertatap muka.

Selain WA, Subchan menuturkan pihaknya juga memanfaatkan media sosial lainnya guna memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat.

“Kami memanfaatkan media sosial untuk sosialisasi kebijakan dan program. Beberapa media tersebut yaitu website, blogspot, Facebook, Instagram dan whats app auto respons,” tuturnya.

Ia mengatakan, penggunaan teknologi informasi ini dilakukan guna menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik yang dari hari ke hari semakin menuntut efisiensi dan efektivitas pelayanan.

“Pelayanan Informasi publik melalui media sosial sangat berguna bagi masyarakat terutama di masa pandemi. Karena di masa ini, kontak fisik antara masyarakat dan kantor Pemerintah sebisa mungkin diminimalisir,” ujar Subchan.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah mengintegrasikan seluruh platform media sosial KUA Sarang I tersebut. “Satu media dan lainnya sudah terhubung,” ujarnya.

Layanan informasi melalui media sosial ini cukup mendapat respon yang positif dari masyarakat. Hal ini terbukti dari jumlah pengunjung yang cukup banyak yaitu sudah mencapai sekitar angka 4000 pengunjung atau viewers.

Edukasi melalui media sosial, kata Subchan, juga cukup efektif. Salah satunya perubahan perilaku masyarakat yang datang ke KUA.

“Pada awal-awal di kantor banyak sekali tamu yang hanya memakai pakaian seadanya. Lantas kami sedikit demi sedikit memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat agar berkenan memakai pakaian yang sopan ketika datang meminta layanan ke kantor. Alhamdulillah perliaku mereka sudah berubah,” ujar Subchan.

Dipaparkannya pula, sebagai bentuk pelayanan prima dan profesionalisme dalam bekerja, pihaknya mengedepankan sikap teliti sebelum mengambil keputusan. Misalkan, terkait pelayanan nikah. “Sebelum mencatat data calon pengantin, kita teliti data-datanya terlebih dahulu,” ujar Subchan.

Menurutnya, ketelitian tersebut bertujuan agar tidak ada kesalahan penulisan data nikah.Diungkapkannya, masalah pencatatan nikah sering terjadi karena ada prosedur yang tidak dilaksanakan selama memeriksa data nikah.

(kemenag.go.id)
الوسوم المتعلقة:
#InfoNikah#KUA#PenyuluhAgama#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua