Sesditjen: Buku Tetap Dibutuhkan di Era Digital

Jakarta, Bimas Islam --- Meski saat ini telah memasuki era digital, namun keberadaan buku tetap dibutuhkan sebagai alat komunikasi ilmu pengetahuan dan pendidikan. Buku mengisi tempat yang tak bisa tergantikan. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar kepada tim pemberitaan Bimas Islam, Selasa (23/11/2021).

Fuad mengemukakan, buku merupakan salah satu simbol kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban bangsa. Setiap pemimpin akan mengalami kemiskinan literasi apabila tidak mempunyai minat membaca buku.

"Para negarawan dan politisi Indonesia di era awal proklamasi merupakan orang-orang yang akrab dengan buku, sehingga pemikiran mereka begitu bernas, dan mendalam," tutur Fuad.

Fuad menegaskan, pembinaan minat baca sangat penting dalam konteks pembangunan karakter manusia, meski saat ini teknologi digital telah berkembang dengan begitu pesat.

"Menurut saya, harus ada upaya secara holistik, sistematis, dan terencana yang dilakukan oleh institusi pendidikan untuk merawat dan memupuk minat baca generasi milenial," lanjut Fuad.

Fuad menambahkan, buku melambangkan kecerdasan suatu bangsa dalam mengeksplorasi ilmu pengetahuan melalui sumber yang terpercaya dan kredibel sehingga budaya membaca perlu terus ditingkatkan. Apalagi sekarang e-book sedang menjadi tren baru, maka diharapkan dapat mendorong minat baca generasi millenial.

(Boy)
الوسوم المتعلقة:
#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua