Sesditjen Inginkan ASN Kemenag Inspiratif dan Jadi Agen Perubahan

Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar menginginkan agar seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama mampu berinovasi dan menjadi agen perubahan. Hal ini dalam rangka mewujudkan reformasi birokrasi menuju tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
 
"Pemilihan agen perubahan di setiap kementerian/lembaga dipandang penting sebagai salah satu instrumen di dalam perwujudan tujuan dari reformasi birokrasi," ujar Fuad saat membuka acara Evaluasi dan Penyiapan Calon Agen Perubahan Ditjen Bimas Islam di Bandung 8-10 Juni 2021.
 
Fuad mengatakan, dalam mewujudkan kerja sama yang baik antar pegawai di lingkungan Ditjen Bimas Islam, maka harus mengedepankan prinsip kebersamaan dalam pembagian tugas.
 
"Setiap ASN itu harus menjadi man of integrity, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga memberikan pengaruh bagi rekan-rekan di lingkungan kerjanya. Bekerja bukan semata-mata untuk mencari uang, tapi bekerja sebagai ekspresi syukur kepada Allah dan mengukir reputasi kebaikan dalam hidup," imbuhnya.
 
Fuad mengutip pernyataan dari mantan Gubernur Bank Indonesia tahun 1973-1983, Rachmat Saleh yakni 'kalau saudara malas, saudara akan tertinggal dalam karir dari teman seangkatan, tapi kalau saudara tidak jujur, maka tidak ada tempat bagi saudara di Bank Indonesia'.
 
"Saya kira kutipan itu sangat relevan bagi seluruh aparatur sipil negara di manapun, agar mengedepankan kejujuran dalam bekerja," tutupnya.
 
Fuad Nasar berharap, para calon agen perubahan dan agen perubahan yang terpilih serta semua ASN tidak hanya sukses karir, tapi juga sukses dalam berkehidupan sosial.
 
"Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah kelak tentang kepemimpinannya." tutup Fuad mengutip sabda Rasulullah Saw.
 
Sebelumnya, dalam acara evaluasi dan penyiapan calon agen perubahan yang diselenggarakan oleh Bagian Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum (OKH) Ditjen Bimas Islam menghadirkan Abdurrahman Muhammad Bakrie yang memberikan testimoni karena mendapatkan penghargaan dari KPK sebagai ASN Berintegritas. Bakrie mengisahkan pengalamannya mengatasi rasa takut diketahui atasan dan rekan kerjanya waktu pertama kali melaporkan gratifikasi dalam pelayanan nikah ke KPK.
 
Dalam acara tersebut secara daring hadir PNS Inspiratif Randy Ariyanto Wibowo dan Dyah Lestyarini merupakan sepasang suami istri yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di dua instansi berbeda (LAPAN dan Kemenperin). Pasangan yang memiliki hobi menulis dan mendirikan Rumah Pintar Aisha buat anak-anak kurang mampu, dan program Jumat berkah di lingkungannya dari sumber dana hasil penjualan buku-buku karyanya dan zakat-infak pribadi selaku ASN.

(Boy)
الوسوم المتعلقة:
#Zakat#InfoNikah#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua