Sesditjen: Pembangunan Berwawasan Lingkungan Perlu Direaktualisasikan

Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengajak seluruh elemen bangsa untuk melakukan introspeksi dalam merespons bencana alam yang terjadi. Jangan sedikit-sedikit menyalahkan alam. Sebagian besar bencana disebabkan karena manusia kerap mengabaikan tatanan ekologis dalam pengembangan kawasan dan tidak berpikir akibat jangka panjang. Mari semua berpikir positif, reflektif dan introspektif.
 
"Bumi, air dan udara yang merupakan karunia Allah Swt kepada umat manusia dan semua makhluk hidup, kenapa lalu berubah menjadi petaka, pasti ada sesuatu yang salah dan diabaikan. Alam raya diciptakan lebih dahulu daripada manusia, seperti bumi, air, dan udara, selalu dalam kesempurnaan, keseimbangan, dan keteraturan yang telah ditentukan oleh Allah Sang Maha Pencipta," papar Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam, Jumat (5/11/2021).
 
Fuad mengingatkan, kehidupan manusia secara keseluruhan akan terlindungi dan dilindungi, jika senantiasa menjaga keserasian dengan sunnatullah atau hukum alam yang ditetapkan Allah, membangun tanpa merusak, serta tidak mengeksplorasi alam secara berlebihan yang berdampak buruk bagi generasi selanjutnya. Gunakan ilmu , teknologi dan optimalkan riset untuk menunjang keselamatan hidup manusia dan lingkungannya.

"Manusia diciptakan untuk menjadi khalifah Allah di bumi sampai saatnya datang kiamat alam semesta, yakni mengatur, memelihara, dan memakmurkan bumi sesuai ajaran Ilahi, bukan menjadi korban dan tumbal kerusakan alam," ujar Fuad.

Warga yang tak bisa menghindari musibah bencana alam, semua sudah terjadi,  tentu tiada pilihan kecuali sabar dan mengembalikan segala sesuatunya pada keimanan kepada Allah.

Fuad mengatakan, peringatan tentang kerusakan alam telah terdapat di dalam Al-Qur'an surat Ar-Rum ayat 41, "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah membuat mereka merasakan akibat dari sebagian perbuatan mereka, dan agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

Oleh karena itu, Fuad meminta pesan-pesan dakwah islamiyah, khususnya menyangkut interdependensi kehidupan manusia dengan alam semesta, perlu lebih diperluas kembali agar menjadi kesadaran global.

"Pembangunan berwawasan lingkungan harus menjadi komitmen dan kepedulian bangsa Indonesia. Hanya ada satu bumi untuk diwarisi oleh berjuta generasi manusia," tutupnya.

(Boy)
الوسوم المتعلقة:
#39#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua