Tangkal Hoaks, Kemenag Dorong KUA Tingkatkan Literasi Keagamaan

Semarang, Bimas Islam --- Penyelenggara Kantor Urusan Agama (KUA) perlu ikut dalam meningkatkan literasi keagamaan di tengah masyarakat. Pernyataan ini disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Ditjen Bimas Islam Kemenag, Adib.

“Penyelenggara KUA perlu ikut membangun literasi masyarakat. Mereka memiliki segala perangkat yang dibutuhkan untuk meningkatkan literasi,” kata Adib saat membuka Bimtek Layanan Bidang Urais dan Binsyar Bagi Penghulu, Penyuluh se-Jawa Tengah di Hotel Novotel, Semarang, Kamis (16/6).

Menurut Adib, tingkat literasi masyarakat yang tinggi merupakan penangkal alami terhadap informasi menyesatkan (hoaks). “Apa yang dibaca oleh masyarakat itu bisa berpengaruh terhadap paham, sikap, dan pemikiran mereka, karena bacaan itu bersifat mempengaruhi,” katanya.

“Karena itu kita memperkuat literasi kepustakaan Islam di masjid-masjid, kita mendorong masyarakat muslim itu memiliki tingkat literasi yang tinggi. Semakin tinggi literasi membaca masyarakat kita, maka semakin kritis terhadap bacaan, sehingga tidak mudah menyebarkan bacaan-bacaan yang belum jelas sumbernya,” tambahnya.

Dia mengatakan, semakin penyelenggara KUA bersikap acuh terhadap tingkat literasi masyarakat, maka secara tidak langsung telah berkontribusi dalam merebaknya informasi-informasi yang kurang tepat, salah, bahkan cenderung menyesatkan.

“Informasi hoaks merupakan masalah literasi. Masyarakat yang belum kritis terhadap sebuah informasi menandakan ada yang keliru pada literasinya. Padahal tingginya literasi menjadi daya filter dalam menerima informasi. Jadi ini yang sebetulnya disebut dengan era disrupsi di mana gelombang informasi sedemikian besarnya, kita tidak bisa melakukan filter terhadap informasi-informasi tersebut,” urainya.

Menurut mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini, dampak dari merebaknya informasi hoaks tidak bisa dianggap sebagai hal yang sepele. “Informasi hoaks sudah sangat merusak setiap sendi kehidupan. Dalam sejarah, sudah banyak dampak negatif yang diakibatkan dari informasi hoaks,” katanya.

(Rendi)
الوسوم المتعلقة:
#InfoMasjid#KUA#BinaSyariah#PenyuluhAgama#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua