Tantangan Layanan Publik, Hadapi Masyarakat Kritis di Era Keterbukaan Informasi

Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengungkapkan salah satu tantangan terbesar bagi para penyuluh di Kantor Urusan Agama (KUA), yakni menghadapi generasi muda yang lebih kritis di era keterbukaan informasi saat ini.

Hal ini disampaikan oleh dirinya pada penutupan acara Bimbingan Teknis Standar Layanan Penyuluh Agama Islam yang diikuti sekitar 60 penyuluh dari enam KUA yang menjadi percontohan program revitalisasi pada Kamis (22/4), di Hotel Novotel Mangga Dua, Jakarta Utara.

Menurut Fuad, di era keterbukaan informasi saat ini, masyarakat menjadi lebih kritis dan memiliki analisa tinggi pada pelayanan birokrasi. Hal ini harus diperhatikan oleh para penyuluh sebagai ujung tombak pelayanan publik di Kementerian Agama.

"Oleh karena itu, kita tidak bisa main-main dan serampangan dalam mengelola layanan publik, khususnya di Kantor Urusan Agama dalam konteks ini adalah para layanan penyuluh agama," terang Fuad.

Perubahan masyarakat yang sangat dinamis, lanjut Fuad, harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berada di lingkungan KUA agar dapat menjadi sumber referensi ilmu bagi masyarakat sebagai pelayan umat dalam bidang dakwah agama Islam

"Transformasi KUA adalah sebuah perubahan yang direncanakan dan menuju kepada satu visi ke depan bagaimana menghadirkan institusi kita dengan baik, dengan wajah yang simpatik di tengah-tengah masyarakat," tutupnya.

(Boy)
الوسوم المتعلقة:
#KUA#PenyuluhAgama#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua