Teladani Bung Hatta, Sosok Pemimpin Berintegritas dan Antikorupsi

Jakarta, Bimas Islam --- Tanggal 12 Agustus 1902, 119 tahun yang lalu, merupakan tanggal kelahiran salah satu putra terbaik bangsa yaitu Dr. H. Mohammad Hatta di Bukittinggi, Sumatera Barat. Sejarah mencatat nama besar Bung Hatta sebagai Perintis Kemerdekaan, Proklamator Kemerdekaan bersama Bung Karno dan Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia.

Bung Hatta adalah seorang pemikir, pejuang dan pemimpin yang sangat dihormati, disegani dan mendapat tempat istimewa di hati rakyat Indonesia. Hal itu disampaikan Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar  kepada tim media Bimas Islam (12/8)  mengenang 119 tahun kelahiran Bung Hatta. Seperti diketahui berbagai kegiatan webinar tentang perjuangan dan keteladanan Bung Hatta diadakan oleh beberapa kalangan komunitas dan universitas dalam pekan ini.
 
Fuad Nasar mengajak generasi penerus bangsa Indonesia untuk meneladani Bung Hatta sebagai contoh pemimpin yang bersih, sederhana, berkarakter, dan selalu sejalan antara perkataan dengan perbuatannya. Integritas pribadi dan integritas moral Bung Hatta patut dicontoh.

Menurut Fuad, keteladanan Bung Hatta tidak pernah habis diperbincangkan dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus. Sebagai negarawan dan demokrat sejati, Bung Hatta dapat membedakan persahabatan di satu sisi, dan  pendirian politik, di sisi yang lain. Pada dekade 1950-an Bung Hatta berbeda prinsip dengan Presiden Soekarno, dimana Bung Hatta akhirnya meletakkan jabatan Wakil Presiden, namun secara pribadi persahabatannya dengan Bung Karno tetap baik sampai akhir hayatnya.

Fuad mengatakan, Indonesia akan menjadi negara yang adil, makmur, dan disegani dalam pergaulan dunia jika para pemimpinnya, dan segenap aparatur penyelenggara negara memiliki integritas pribadi yang kokoh seperti dicontohkan almarhum Bung Hatta.

"Negara yang dihuni penduduk muslim terbesar di dunia ini, jangan dibiarkan karam dalam lautan korupsi yang tiada bertepi. Saatnya kita meneladani integritas moral Bung Hatta dan tokoh-tokoh bersih lainnya yang layak dibanggakan," lanjut Fuad.

Salah satu ungkapan Bung Hatta, "Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar. Kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki."

Fuad turut mengutip kalimat doa yang diucapkan Buya Hamka pada upacara pemakaman jenazah almarhum Bung Hatta di Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta, Sabtu, 15 Maret 1980 silam. 

“Seluruh bangsa Indonesia berhutang pada Bung Hatta, hutang budi yang tidak dapat dibayar, hutang yang akan dibawa mati, yaitu jasa dan perjuangan Bung Hatta untuk Indonesia Merdeka"

Mohammad Hatta juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902 dan wafat di Jakarta 14 Maret 1980. 
 
"Perjuangan Bung Hatta dan para pemimpin pendiri republik tidak hanya mewariskan negara kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat dan berkonstitusi. Tetapi yang tidak boleh dilupakan adalah beliau telah mewariskan sesuatu yang amat penting dan berharga bagi bangsa ini sampai sekarang dan selamanya yaitu nilai-nilai bernegara," tutup Fuad Nasar.

(Boy)
الوسوم المتعلقة:
#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua