Batam, bimasislam --- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam menggelar Workshop Pembangunan Budaya Pelayanan Prima di Lingkungan Ditjen Bimas Islam pada Provinsi Kepri.
Ditjen Bimas Islam mempunyai tiga fungsi yakni fungsi bimbingan, fungsi layanan, dan fungsi pemberdayaan. Hal itu disampaikan Sekretaris Ditjen Bimas Islam Tarmizi Tohor saat menjadi narasumber kegiatan tersebut.
"Jadi kerja Bimas Islam ini membimbing, melayani, dan melakukan pemberdayaan," jelas Tarmizi, Rabu (27/2).
Untuk melakukan tiga fungsi ini, paparnya, ada empat hal yang harus dimiliki. Pertama, harus ada regulasi. Pahami aturan atau regulasi, baru mengambil kebiijakan. Jangan terbalik, bertindak dulu baru melihat aturan.
Kedua, sumber daya manusia. Ditjen Bimas Isam terus melakukan pembenahan terkait SDM, baik dalam kemampuan bekerja, maupun dalam hal sikap dan prilaku.
Ketiga, kantor tempat pelayanan. "Ditjen Bimas Islam telah berusaha untuk membangun Kantor KUA yang representatif salahsatunya melalui dana SBSN.
Terakhir, keempat, anggaran, karena anggaran adalah hal terpenting. “Jadi, keempat hal ini masing-masingnya harus saling menunjang dan mendukung," ungkap Tarmizi.
Pada kesempatan itu, Kabag Organisasi dan Kepegawaian Ditjen Bimas Islam Thobib Al Asyhar menyampaikan, bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh suatu kebutuhan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kementerian Agama khususnya di lingkungan Ditjen Bimas Islam sekaligus sebagai implementasi dari UU nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik.
Pelayanan publik, dijelaskan Thobib, dalam melakukan peningkatan dan penyempurnaan pelayanan publik yang berkualitas, perlu dilakukan dengan membangun pemahaman tentang budaya pelayanan prima atau excellence service, yang mencerminkan 5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama, yaitu Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggungjawab, dan Keteladanan.
“Workshop ini bertujuan agar internalisasi Budaya Pelayanan Prima di Lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam pada Provinsi Kepri sesuai dengan 5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama,” jelas Thobib.
Workshop yang berlangsung selama tiga hari, 27 Februari 2019 sampai 1 Maret 2019 ini diikuti oleh sebanyak 60 orang terdiri unsur pejabat/pelaksana di Lingkungan Kanwil Kemenag Kepri dan pada Ditjen Bimas Islam.
Penulis : nhkurniawan
Editor : sigit
Foto : bimasislam
Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Ditjen Bimas Islam Gelar Workshop Pembangunan Budaya Pelayanan Prima
Baca Selanjutnya
Lihat semuaGelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.
Kemenag Dorong Beasiswa Zakat Terintegrasi di SatuBeasiswa, Cegah Pendanaan Ganda
Kemenag dan Kemdiktisaintek Perluas Akses Kuliah melalui SatuBeasiswa
Wamenag Bahas Insersi Kurikulum dan Naskah Akademik RUU Terkait Penyebaran Budaya LGBT
Wamenag Bahas Insersi Kurikulum dan Naskah Akademik RUU Terkait Penyebaran Budaya LGBT
Kemenag Buka Sertifikasi Amil 2026, Siapkan 110 Peserta di Dua UIN
Kemenag Buka Sertifikasi Amil 2026, Siapkan 110 Peserta di Dua UIN






