Ungkap Fenomena Generasi Muslim Baru, Kemenag: Tantangan Strategi Dakwah

Jakarta, Bimas Islam --- Kementerian Agama mengungkap fenomena mengenai munculnya generasi muslim baru yang menjadi tantangan dalam melakukan dakwah keagamaan. Hal ini disampaikan oleh Tenaga Ahli Menteri Agama, Hasanuddin Ali dalam acara Dialog Ormas Islam dan Lembaga Keagamaan Tingkat Pusat bertempat di Hotel Orchardz, Jakarta Pusat, Kamis (26/8).

Hasanuddin mengungkapkan, karakteristik generasi muslim baru yakni berusia muda, tinggal di perkotaan, tidak bisa lepas dari teknologi, memiliki semangat keagamaan tinggi, bergaya hidup modern, dan mempunyai daya beli tinggi sehingga suka berdonasi.

"Kehadiran ormas Islam untuk hadir di sosial media saat ini menjadi sebuah keharusan, kalau tidak, kita akan ditinggalkan oleh generasi muda ini. Karena mereka banyak menghabiskan waktunya di dunia maya," papar Hasanuddin.

Fenomena generasi muslim baru, lanjut Hasanuddin, memunculkan adanya komunitas hijrah yang perlu mendapatkan bimbingan tokoh agama moderat. Hal ini agar mereka tidak keliru dalam memahami ajaran agama.

"Kita harus menjadi teman untuk menjawab pertanyaan mereka dengan kesabaran agar tidak salah arah dalam memahami agama. Mereka tidak boleh dijauhi dan harus selalu dibimbing," ujar Hasanuddin.

Hasanuddin menambahkan, generasi muslim baru ini lebih tertarik untuk mempelajari tentang masalah fikih dan muamalah, dengan mengambil referensi terbanyak dari ustaz di lingkungan, orang tua, dan internet.

(Boy)
الوسوم المتعلقة:
#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua