Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Akan ada 1000 Masjid Ramah se-Indonesia, Simak Penjelasannya

Yogyakarta, Bimas Islam -- Di tahun 2023, dinamika keagamaan diprediksi menghangat seiring kontestasi dan kompetisi politik nasional. Masjid, sebagai tempat ibadat dan pusat aktivitas keagamaan, berpotensi digunakan sebagai basis mencari dukungan politik. Hal itu dapat memecah belah umat dan merusak ikatan sosial. Demikian disampaikan Kasubdit Kemasjidan, Akmal Salim Ruhana, dalam Rakornas Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) di Yogyakarta, Jumat (24/02/2022). 
 
"Dinamika kontestasi paham keagamaan juga terjadi di masjid. Ada kelompok yang merasa paling benar dan mengeksklusi lainnya. Ada penolakan akan pluralitas dan ragam budaya," ujarnya. 
 
Ia menambahkan, perlu upaya serius menjaga kenyamanan masjid untuk semua. "Jadikan Masjid sebagai jaami' yang menyatukan perbedaan, dan ruang khusyuk untuk beribadah," katanya. 
 
Akmal menjelaskan, saat ini Direktorat Urais Binsyar tengah mengembangkan Program Masjid Ramah. Program yang mendorong pengelolaan masjid agar semakin memenuhi kriteria ramah itu merupakan salah satu implementasi Program MPMB (Masjid Pelopor Moderasi Beragama). 
 
"Masjid Ramah tidak semata tentang depolitisasi rumah ibadat, tapi suasana nyaman untuk semua. Ramah anak dan perempuan, ramah untuk penyandang disabilitas dan lansia, ramah lingkungan, dan ramah keragaman," urainya. 
 
Pengembangan Masjid Ramah ini, imbuhnya, merupakan salah satu janji Rencana Strategis Bimas Islam untuk menjadikan masjid sebagai pusat syiar Islam yang toleran. Masjid Ramah juga selaras dengan pencanangan 2023 sebagai Tahun Kerukunan. 
 
"Kami menargetkan 1000 masjid besar di tingkat kecamatan, Program Masjid Ramah akan digarap bersama pusat dan daerah. Selain melibatkan seluruh subdit dan direktorat di Bimas Islam, juga akan menggandeng anasir eksternal. Ada ormas, DMI, dan lembaga-lembaga zakat dan wakaf, yang berminat berkolaborasi," ujarnya. 
 
Pelaksanaan Program Masjid Ramah akan diawali dengan pre-asesmen dan seleksi untuk memilih 1000 masjid/musala sebagai target. Berikutnya, takmir masjid/musala terpilih akan diikutsertakan dalam program penguatan ekosistem masjid untuk pemenuhan kriteria masjid ramah. "Di akhir tahun ada awarding dan rewarding atas masjid-masjid Ramah, dan menjadikannya percontohan," pungkas Akmal.
Related Hashtags:
#39#Toleransi#ModerasiBeragama#KerukunanUmat#Zakat#Wakaf#InfoMasjid

Contributors & Work Unit

Click any contributor or work unit to explore related news.

Reporter
Inisial SKA · Tim Peliput
Reporting & News WritingView reporter articles
Editor
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
Copy Editing & CurationView editor articles
Photographer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Visual & Photo DocumentationView photo archives
Work Unit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenView unit news
Officially published by the Ministry of Religious Affairs RI.

Baca Selanjutnya

Lihat semua