Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Apakah Bunuh Diri Termasuk Dosa Besar dan Bisa Diampuni?

Jakarta, Bimas Islam--- Ketika terjadi kasus bunuh diri, terdapat beberapa pertanyaan yang biasa dilontarkan oleh sebagian masyarakat. Di antaranya adalahapakah bunuh diri termasuk dosa besar dan apakah pelaku bunuh diri bisa diampuni?
 
Dalam Islam, bunuh termasuk perbuatan tercela dan dosa besar. Dalam keadaan apapun, seseorang dilarang untuk mengakhiri hidupnya dengan melakukan bunuh diri, baik dengan minum racun, dan lainnya. Bahkan menurut sebagian ulama, dosa bunuh diri lebih besar dibanding membunuh orang lain.
 
Dalam kitab Is’adur Rafiq, Habib Abdullah bin Husain Ba’alawi menegaskan bahwa bunuh diri termasuk dosa besar dan pelaku terancam masuk neraka. Beliau berkata sebagai berikut:

Termasuk dosa besar adalah bunuh diri. Ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw; Barangsiapa yang bunuh diri dengan cara terjun dari atas gunung, maka dia akan selalu terjun ke neraka jahanam dan dia kekal di dalamnya.
 
Meskipun bunuh diri termasuk dosa besar dan sangat dilarang dalam Islam,namun seseorang yang melakukan bunuh diri tetap bisa mendapatkan ampunan dari Allah melalui perbuatan baiknya selama di dunia. Bahkan dia tetap bisa mendapatkan ampunan dari Allah melalui doa orang lain.
 
Karena itu, jika ada orang yang mati bunuh diri, maka kita dianjurkan untuk mendoakannya agar dia mendapatkan ampunan dari Allah. Bahkan Rasulullah Saw pernah mendoakan ampunan terhadap orang yang mati bunuh diri. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Jabir, dia berkisah:  

Ketika Nabi Saw hijrah ke Madinah, Ath-Thufail bin Amr juga hijrah ke sana disertai seseorang dari kaumnya. Ternyata mereka tidak kerasan tinggal di Madinah. Kemudian orang yang menyertai Ath-Thufail bin Amr tersebut sakit. Dia tidak sabar dengan sakitnya, maka diambilnya anak panah bermata lebar miliknya. Dengan itu dia potong ruas-ruas jarinya, sehingga kedua tangannya mengalirkan darah dengan deras, sehingga mati.
 
Suatu hari Ath-Thufail bin Amr memimpikan orang itu. Dalam mimpinya Ath-Thufail melihat orang tersebut dalam keadaan baik, tetapi dia menutupi kedua tangannya. Lalu Ath-Thufail bertanya; Apa tindakan Tuhanmu terhadapmu ?. Orang itu menjawab; Dia mengampuniku karena hijrahku kepada Nabi-Nya . Ath-Thufail bertanya lagi; Kenapa aku lihat engkau menutupi kedua tanganmu ?.Orang itu menjawab; Dikatakan kepadaku; Kami tidak akan memperbaiki dirimu apa yang telah engkau rusak. Kemudian Ath-Thufail menceritakan mimpinya kepada Rasulullah Saw lalu beliau berdoa; Ya Allah, untuk kedua tangannya, maka ampunilah dia.
 
(tim layanan Syariah)
Related Hashtags:
#BinaSyariah#BimasIslam#KemenagRI

Contributors & Work Unit

Click any contributor or work unit to explore related news.

Reporter
Bimas Islam
Reporting & News WritingView reporter articles
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Copy Editing & CurationView editor articles
Photographer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Visual & Photo DocumentationView photo archives
Work Unit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenView unit news
Officially published by the Ministry of Religious Affairs RI.

Baca Selanjutnya

Lihat semua