Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Hikmah Salat Khusuf, Pengingat Kekuasaan dan Kebesaran Allah SWT

Kutai Kartanegara, Bimas Islam --- Fenomena alam gerhana bulan akan terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia pada Rabu, 26 Mei esok. Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar menyampaikan fenomena alam tersebut merupakan pengingat akan kekuasaan dan kebesaran Allah SWT sebagai Sang Pencipta.

"Dalam memaknai salat sunah gerhana (khusuf), kita selalu diingatkan bahwa hanya ada dua entitas di alam semesta yaitu Sang Khaliq (pencipta) dan makhluk-Nya," ujar Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur pada Selasa (25/5).

Sesuai akidah tauhid, lanjut Fuad, semua gejala dan peristiwa di alam semesta seperti gerhana matahari dan bulan adalah untuk menyadarkan manusia pada kemahakuasaan Allah SWT, tiada yang dapat menandingi dan menyekutui-Nya.

"Segala benda, gejala dan peristiwa di alam semesta, baik di darat, di laut dan di ruang angkasa, diciptakan Allah dengan benar agar manusia menggunakan akal serta mengembangkan ilmu pengetahuan untuk kebaikan dan kemaslahatan umat manusia," lanjutnya.

Fuad menjelaskan hikmah dari disunahkannya salat gerhana bulan dan gerhana matahari adalah sebagai motivasi kepada umat Islam agar memahami semua fenomena di alam semesta sebagai ayat-ayat _kauniyah_ yang mempertebal keimanan kepada Allah SWT, Sang Pemilik, Pengatur dan Pemelihara seluruh alam semesta.

"Manusia dilarang menyembah alam semesta, tidak boleh takut kepada kedahsyatan alam raya. Manusia hanya wajib beribadah kepada yang menciptakan alam semesta yaitu Allah SWT," imbuhnya.

Fuad menambahkan kedudukan dan fungsi manusia di muka bumi sebagai khalifah Allah (wakil Tuhan) untuk melaksanakan segala yang diridai-Nya, memakmurkan bumi, menjaga alam, serta jangan sekali-kali merusaknya.

"Mengutip pernyataan dari Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan tahun 1950 - 1953 Prof. Dr. Bahder Djohan, Islam menyuruh umatnya agar berbakti kepada sesama manusia, bukan untuk menghancurkan umat manusia. Jika seorang sarjana Islam menemukan suatu bahan atau mekanisme, yang dapat menghabiskan jiwa manusia, imannya akan melarang dia memperkembangkan penemuan itu lebih lanjut," tutupnya.

(Boy)
Related Hashtags:
#KUA#BimasIslam#KemenagRI

Contributors & Work Unit

Click any contributor or work unit to explore related news.

Reporter
Bimas Islam
Reporting & News WritingView reporter articles
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Copy Editing & CurationView editor articles
Photographer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Visual & Photo DocumentationView photo archives
Work Unit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenView unit news
Officially published by the Ministry of Religious Affairs RI.

Baca Selanjutnya

Lihat semua