Jakarta, bimasislam --- Khatib Idul Adha 1439H Masjid Istiqlal, H Yusnar Yusuf Rangkuti mengatakan, sudah lima belas abad Umat Islam mengukir berbagai perjalanan sejarah. Mulai dari kejayaan, kekalahan, dan kesulitan datang silih berganti. Suatu dinamika perjuangan yang tidak pernah berhenti, selagi nafas kehidupan masih berdenyut.
Di hadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pimpinan lembaga negara, menteri kabinet kerja, para duta besar dan ribuan umat muslim yang memadati Masjid Istiqlal, H Yusnar Yusuf Rangkuti mengangkat tema ceramah merajut silaturahmi mengikis intoleran. Dikatakan ulama dari Sumatera Utara dan juga pengurus Al Washliyah itu, belakangan ini, ukhuwah umat sepertinya menipis. Di berbagai tempat di bumi manusia ini, dapat dilihat umat yang terlepas dari ikatan budayanya, tidak percaya diri, carut marut hanya untuk sebuah kekuasaan dan suatu tujuan yang tidak jelas.
Seolah-olah energi dakwah yang disampaikan oleh para ulama tidak melekat dan tidak mampu meningkatkan kualitas ketaqwaannya kepada Allah SWT. Setiap kali dakwah yang disampaikan dan dikumandangkan tentang sebuah cita-cita besar bagi kepentingan bangsa dan negara agar hidup rukun, saling menghormati serta saling membantu antara satu sama lain. Walau bagaimanapun, persaudaraan yang kukuh di kalangan Islam akan mampu meraih kejayaan, kesejahteraan, dan kemakmuran.
"Sebab itu, ukhuwah, silaturrahim atau persaudaraan merupakan elemen yang amat penting dalam menyatukan ummah bagi memastikan keharmonian di dalam negara yang merdeka berdaulat adil dan makmur," ujarnya, Rabu (22/08).
Yusnar menambahkan, seorang Mujtahid abad ke 19, Abul Hasan An-Nadwy menegaskan bahwa, kemunduran Islam di India dari masa kegemilangannya adalah karena hilangnya rasa ukhuwah di kalangan ummat Islam. Keadaan itu berlangsung turun-temurun, sehingga mengakibatkan kemunduran kekuatan ummat di kalangan elit politik, agama dan pendidikan.
"Persoalan yang amat besar hari ini ialah, bagaimana kita dapat mengukuhkan ikatan persaudaraan," ujarnya.
Ia menambahkan, Islam telah meletakkan dasar-dasar praktis dan cara yang positif dalam usaha memperkukuhkan ikatan kasih sayang dan memperdalam ruh ukhuwah. Jika umat Islam berpegang teguh, niscaya persaudaraan itu semakin kokoh. Umpama dalam satu binaan yang saling menguatkan antara satu sama lain, harmoni dan mesra, walaupun dirintangi berbagai cabaran untuk menggagalkan usaha kemajuan serta membangkitkan berbagai isue perpecahan di antara masyarakat Islam.
"Hal ini telah diingatkan Allah SWT dalam Surah al-Hujurat ayat 10: Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat”," kata Yusnar.
Gelaran Shalat Idul Adha yang jatuh pada 10 Dzulhijjah 1439 H dihadiri ribuan umat muslim yang sudah memadati kawasan Masjid Istiqlal sejak pukul 04.10 WIB. Bertindak sebagai imam salat yakni Tuan Guru H. Ahmad Husni Ismail.
Sumber : kemenag.go.id
Penulis : benny andriyos
Editor : Khoiron
Idul Adha 1439H, Persaudaraan Elemen Penting Satukan Umat
Baca Selanjutnya
Lihat semuaGelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.
Kemenag dan Kemdiktisaintek Perluas Akses Kuliah melalui SatuBeasiswa
Kemenag dan Kemdiktisaintek Perluas Akses Kuliah melalui SatuBeasiswa
Kemenag Buka Sertifikasi Amil 2026, Siapkan 110 Peserta di Dua UIN
Kemenag Buka Sertifikasi Amil 2026, Siapkan 110 Peserta di Dua UIN
Kemenag Kembangkan Dakwah Inklusif, Perluas Akses Keagamaan bagi Komunitas Tuli
Kemenag Kembangkan Dakwah Inklusif, Perluas Akses Keagamaan bagi Komunitas Tuli






