Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Kemenag: Seni dan Budaya Islam Instrumen Kelola Keragaman

Jakarta, Bimas Islam --- Indonesia merupakan negara yang kaya perbedaan. Indonesia, oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin disebut sebagai megadiversity country dengan tingkat keragaman yang sangat majemuk.

Keragaman, tambah Kamaruddin, harus dikelola dengan baik. Jika tidak, potensi dan kekayaan perbedaan ini bisa mengantarkan pada disharmoni bangsa.

"Keragaman harus dikelola dengan baik. Untuk mengelola keragaman dibutuhkan banyak instrumen. Seni dan budaya kita jadikan sebagai salah satu instrumen dalam mengelola keragaman ini," ungkap Dirjen dalam Workshop Penggalian Potensi Seni dan Budaya Islam di Jakarta, Senin (22/8/22).

"Bagaimana dengan seni dan budaya ini kita bisa dan terus saling menghormati dan menghargai. Apalagi, seni dan budaya bisa diterima siapa pun tanpa mengenal bangsa, agama, dan budaya," terangnya.

Selain mengelola keragaman dengan baik hingga menghasilkan kerukunan, Dirjen mengingatkan pentingnya menyaring budaya luar. Pasalnya, era globalisasi membuat informasi mudah masuk dalam kehidupan pribadi dan bangsa.

"Kita berada di era globalisasi dan era digital. Berbagai nilai dan budaya dari berbagai penjuru bisa masuk ke ruang pribadi tiap orang. Kita butuh filter agar budaya negatif bisa kita cegah," tegas Dirjen.

(Pirman)
Related Hashtags:
#KerukunanUmat#BimasIslam#KemenagRI

Contributors & Work Unit

Click any contributor or work unit to explore related news.

Reporter
Bimas Islam
Reporting & News WritingView reporter articles
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Copy Editing & CurationView editor articles
Photographer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Visual & Photo DocumentationView photo archives
Work Unit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenView unit news
Officially published by the Ministry of Religious Affairs RI.

Baca Selanjutnya

Lihat semua